Berita  

Israel Kembali Serang Pengungsi Gaza saat Tunggu Bantuan PBB

Israel Serang Pengungsi Gaza

Ngelmu.co – Pasukan penjajah Israel, kembali menyerang warga sipil Palestina, secara brutal pada Kamis (14/3/2024) waktu setempat atau Jumat (15/3/2024) waktu Indonesia.

Mengutip WAFA, saat kejadian, para korban tengah berkumpul menunggu bantuan kemanusiaan di bundaran Kuwait, Jalur Gaza.

Bukan hanya membunuh sebagian warga, Israel juga melukai ratusan orang di sana.

Saat memberikan keterangan, Kementerian Kesehatan Gaza, menyatakan, setidaknya ada 11 kantong jenazah di lokasi.

Pihaknya juga mencatat 100 orang terluka, berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Al-Shifa, Gaza.

Sumber lokal juga melaporkan jika awalnya, ratusan pengungsi berkumpul untuk menunggu kedatangan bantuan bahan pokok.

Baik itu makanan, dan keperluan lain yang sangat mereka butuh. Mereka menunggu di bundaran Kuwait.

Namun, tiba-tiba saja pesawat tempur dan drone Israel, melancarkan tembakan serta rudal ke arah kerumunan tersebut.

Dalam video yang diambil oleh seorang jurnalis di lokasi kejadian, terlihat beberapa jenazah korban masih berada di lokasi.

Mereka tergeletak di tengah puing-puing bangunan yang hancur, dan beberapa korban yang terbunuh itu adalah anak-anak.

Baca juga:

Bundaran Kuwait sendiri terletak di Kota Gaza.

Bundaran Kuwait merupakan lokasi yang ditunjuk untuk pengiriman bantuan dari PBB ke Jalur Gaza bagian utara.

Penyaluran ini juga sebenarnya sudah melalui persetujuan dari penjajah Israel.

Makin keji, karena ini bukan yang pertama kali terjadi selama Israel, melakukan genosida di Gaza, Palestina.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan penjajah Israel, telah melancarkan sejumlah serangan berulang.

Mereka menyasar warga sipil Palestina yang menunggu datangnya pasokan bantuan.

Sejak Oktober 2023, Gaza utara, memang berada di bawah blokade ketat Israel.

Akibatnya, hampir 700 ribu warga Palestina yang tersisa di wilayah tersebut, kini di ambang kelaparan.

Update dari Al Jazeera

Mengutip Al Jazeera, pasukan penjajah Israel, menembaki warga Palestina, dan menewaskan sedikitnya 21 orang, serta melukai lebih dari 150 orang.