Jawaban Muhammadiyah soal Spirit Doll

  • Bagikan
Muhammadiyah Spirit Doll
Foto: abc

Ngelmu.co – Muhammadiyah memberikan jawaban tentang spirit doll alias boneka arwah yang ramai diperbincangankan belakangan ini.

Terlebih, para pengadopsi bukan hanya memiliki jutaan pengikut di media sosial, tetapi beberapa di antara mereka juga merupakan publik figur.

“Umat Islam itu, segala sesuatu harus bersandar pada tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyembah [dan] meminta kepada Allah.”

Demikian tegas Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, Senin (3/1/2022) kemarin, mengutip Detik.

“Tidak boleh meminta kepada selain Allah, dalam hal kekayaan atau apa pun,” jelasnya.

Lebih lanjut soal adanya arwah di dalam boneka, Dadang menjelaskan sebagaimana dalam ajaran Islam.

“Keyakinan saya, [arwah] itu sudah disimpan oleh Allah di alam barzah,” tuturnya.

“Jadi tidak bisa dipanggil-panggil, atau tidak bisa dimintai pertolongan,” sambung Dadang.

“Karena mereka sedang istirahat, baik orang baik, ataupun orang buruk,” imbuhnya lagi.

“Bagi kajian perkembangan ilmu pengetahuan, itu [arwah dalam boneka] sesuatu yang tidak mungkin,” tutup Dadang.

Kata MUI

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menanggapi ramainya pembicaraan mengenai spirit doll di tengah publik.

Pasalnya, mulai bermunculan masyarakat yang mengaku ingin ikut mengadopsi, setelah melihat sejumlah selebriti mengenalkan spirit doll mereka.

“Punya boneka mainan itu boleh, tapi kalau itu diisi atau dipersepsikan tempat arwah, hukumnya tidak boleh memelihara makhluk halus.”

Demikian kata Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat KH Muhammad Cholil Nafis, Senin (3/1/2021).

“Kalau disembah, musyrik. Namun, kalau berteman saja, berarti berteman dengan jin,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kiai Cholil juga menilai, tidak seharusnya memperlakukan boneka seperti anak. Sebab, boneka adalah benda mati.

“Baiknya uang yang dimiliki, disumbangkan kepada anak yatim dan duafa, daripada memelihara boneka yang mistis itu,” tegasnya.

Fenomena makin ramai setelah beberapa publik figur, tanpa ragu mengaku merawat spirit doll layaknya anak sendiri.

Bahkan, mereka juga mulai memamerkan boneka-boneka itu ke publik; melalui media sosial.

Selain Kiai Cholil, Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI Prof Utang Ranuwijaya juga menyampaikan pandangannya.

Mempercayai benda yang memiliki roh atau kekuatan supranatural [seperti batu cincin, keris, dan boneka], termasuk perbuatan syirik.

Dari sisi akidah Islam, lanjutnya, fenomena spirit doll ini sangat berbahaya.

“Kekuatan-kekuatan gaib yang dianggap ada pada benda-benda itu, sebenarnya adalah tipu daya jin,” tutur Ranuwijaya.

“[Tipu daya jin] yang memperdaya manusia, bukan benda itu sendiri. Dari sini sebenarnya sumber kemusyrikan itu datang,” jelasnya.

“Maka jauhilah perbuatan-perbuatan yang akan mendatangkan kemusyrikan,” imbuhnya lagi.

“Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengampuni dosa dari perbuatan hamba-Nya yang melakukan kemusyrikan,” pungkas Ranuwijaya.

Baca Juga:

  • Bagikan