Jokowi: Rakyat Jangan Terjebak Ujaran Kebencian dan Hoaks

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana hadiri Festival Keraton Nusantara 2018 di Sumenep, Jawa Timur. (Foto:Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Ngelmu.co – Jokowi menghadiri acara Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat Asia Tenggara ke-V di Sumenep, Jawa Timur. Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di hadapan para raja, sultan, ratu, permaisuri, pangeran dan para bangsawan se-Asia Tenggara mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.

Pada kesempatan itu, Jokowi meminta agar masyarakat tidak terjebak dalam ujaran kebencian.

“Jangan kita terjebak dalam pusaran ujaran hoaks, fitnah, kebencian. Bukan nilai seperti itu yang diajarkan oleh nenek moyang kita, bukan sikap seperti itu yang ditunjukan para raja, sultan dan pemimpin kerajaan nusantara di masa lalu,” kata Jokowi, Minggu (28/10), dikutip oleh Kumparan.

Baca juga: Jokowi Gratiskan Tol Suramadu, SBY: Saya Mendengar Ada yang Minta Jagorawi Juga Gratis

Apalagi, menurut Jokowi, saat ini masuk pada tahapan kampanye Pilpres 2019. Jokowi mengatakan bahwa aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, persaudaraan.

“Betapa kita bisa melihat, betapa perbedaan-perbedaan kita kelihatan. Beda agama, adat, tradisi, suku. Inilah anugerah yang diberikan Allah kepada Indonesia. Beda suku, agama, adat, tradisi,” ujar Jokowi.

Jokowi menyatakan bahwa perbedaan itulah yang menjadi sebuah potensi dan kekuatan bangsa Indonesia. Maka, Jokowi berharap kerukunan tetap terjaga di antara warga bangsa.

“Karena jangan sampai Indonesia maju dalam teknologi tapi mundur dalam kebudayaan peradaban. Jangan sampai ini terjadi. Kemajuan Indonesia harus tetap mengakar kuat pada kearifan lokal nusantara,” kata Jokowi.