Juliari, Bansos Itu untuk Rakyat, Kenapa Cuma Minta Maaf ke Jokowi dan Megawati?

  • Bagikan
Juliari Maling Bansos Maaf Jokowi Megawati
Pewarta memotret terdakwa kasus dugaan korupsi bansos Juliari P Batubara--melalui layar--saat menjalani sidang lanjutan secara virtual di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/8/2021). Sidang bekas Menteri Sosial itu beragenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi.

Ngelmu.co – Teruntuk bekas Menteri Sosial yang kini jadi terdakwa kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial Covid-19, Juliari Peter Batubara.

Tahukah Anda, bahwa yang berhak menerima bantuan sosial (bansos) adalah rakyat Indonesia?

Artinya, jika seseorang tersandung kasus dugaan suap pengadaan bansos, hak siapa yang telah ia rampas?

Hak rakyat, Juliari.

Lantas, mengapa hanya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Anda memohon maaf?

Maka tak aneh rasanya, jika dewasa ini, publik heran dengan kelucuan yang Anda buat.

“Koruptor uang bansos Covid-19, minta maafnya ke Pak Jokowi dan Bu Megawati saja, ke rakyat gak minta maaf.”

Begitu kata warganet–pemilik akun Twitter @mazzini_gsp–yang juga punya hak bersuara, sebagai rakyat Indonesia.

“Kita dianggap cuma angka, saat pemilu, saat bagi bansos, atau saat nilep. Tanpa beban. Sama saat meninggal Covid,” sahut pengguna Twitter @EntahApa___.

Bagaimana dengan penilaian Prayudha ini, Juliari?

“Padahal, sebagai pelayan masyarakat, bos besarnya adalah rakyat, lupa kali dulu mau nyalon ‘ngemis’ dukungan ke siapa.”

“Giliran dikasih amanah, malah korup,” begitu kekecewaannya terhadap Anda.

Lalu, akankah kecurigaan @IbrarAlhafizh, ini benar-benar terjadi, Juliari?

“Curiga dia begini belaga gila, terus nanti pura-pura stres berat atau depressi, terus dipindahkan ke RSJ, dengan alasan rehab, dan lain-lain, terus tiba-tiba hilang tanpa jejak. Wkwkwk.”

Paham kah Anda dengan sindiran dari @Loekman__Hakim, berikut ini?

“Memang kalian [rakyat] siapa? Kalian ‘kan dibutuhkan cuma lima tahun sekali. Jangan berharap banyak, ya, rakjel.”

Anda juga begitu lucu di mata @arieftiyo, Juliari. “Zalim ke rakyat, tapi gak mau dizalimi balik alias gak mau dipenjara.”

Juliari, kelanjutan hidup para terdakwa korupsi, menurut @Firsadiva, tetap berjalan nyaman?

“Kayaknya cuma di drama doang kalau yang modelan kayak gini divonis penjara seumur hidup, atau gak gitu, pas perjalanan ke rutan mobilnya dibom. Kenyataannya malah enak banget, bisa bebas. Huhuu.”

Rakyat yang Paling Terdampak

Bukan cuma rakyat yang protes, Juliari, Indonesia Corruption Watch (ICW) juga.

“Bagi ICW, pihak yang tepat untuk dimintai maaf oleh Juliari adalah seluruh masyarakat Indonesia.”

“Bukan Presiden Joko Widodo, atau ketua umum partai politik.”

Demikian pernyataan peneliti ICW Kurnia Ramadhana, menanggapi pembacaan pleidoi Anda, dalam persidangan, Senin (9/8) lalu.

Mengapa begitu? Sebab, pihak yang paling terdampak dari praktik korupsi bansos adalah rakyat.

Menurut Kurnia, penderitaan Anda juga tak sebanding dengan korban korupsi bansos.

“Mulai dari mendapatkan kualitas bansos buruk, kuantitas bansos kurang,” tutur Kurnia.

“Bahkan, ada pula kalangan masyarakat yang sama sekali tidak mendapatkannya, di tengah situasi pandemi Covid-19.”

Namun, apakah Anda peduli dengan potret ini, Juliari?

Halaman selanjutnya >>>

ICW desak majelis hakim jatuhkan vonis seumur hidup penjara

  • Bagikan