Koh Steven Balik Tanya Holywings yang Bicara Nasib 3.000 Karyawan

  • Bagikan
Koh Steven Holywings
Staf Holywings yang menjadi tersangka kasus promo minuman beralkohol gratis untuk pemilik nama 'Muhammad dan Maria'

Ngelmu.co – Ketua Mualaf Center Indonesia (MCI) Steven Indra Wibowo–atau yang akrab disapa Koh Steven, balik bertanya kepada Holywings Indonesia.

Ini berkaitan dengan unggahan teranyar Holywings, di akun Instagram resmi mereka, Ahad (26/6/2022) siang.

Pihaknya, kembali mengunggah perminta maaf terkait promosi minuman beralkohol gratis untuk pemilik nama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’.

Holywings juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia, agar masalah yang terjadi dapat segera selesai; sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Demi keberlangsungan lebih dari 3.000 karyawan di Holywings Indonesia, beserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini.”

Demikian kutipan pernyataan yang terdapat di antara beberapa paragraf yang tertera, seperti Ngelmu kutip pada Senin (27/6/2022) ini.

Bagian itulah yang kemudian membuat Koh Steven, balik bertanya. Melalui akun Instagram pribadinya, @stevenindrawibowo, ia bicara.

“Bismillah, tren beer house di Indonesia, ini memang lagi naik, terutama di 2018-2022 ini, dan Holywings ini salah satunya yang sedang booming.”

Demikian tulis Koh Steven pada awal takarir unggahan teranyarnya, Senin, 27 Juni 2022.

Baca Juga:

Lebih lanjut, ia bertanya, mengapa Holywings, sampai berani membuat promo minuman beralkohol gratis untuk mereka yang bernama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’?

“Hal ini tidak terlepas dari dominasi customer [pelanggan] mereka,” kata Koh Steven. “Kami sudah pernah–sejak 2019 lalu–melakukan uji random sampling exit-interview check.”

Itu berlangsung di beberapa beer house, termasuk Holywings.

Pihak Koh Steven menanyakan nama, usia, pekerjaan, harga, promo, hingga apakah mereka ingin kembali serta merekomendasikan tempat tersebut?

“Dengan data dari pencarian nama di database Dukcapil, memang nama Muhammad, cukup familiar terlihat dari daftar tamunya,” tutur Koh Steven.

“Artinya, memang umat muslimnya yang suka ke beer house,” sambungnya.

“Dan dengan menjamurnya beer house saat ini, menjadikan muslim-muslim muda, atau muslim yang belum dekat sama agamanya, akhirnya terjebak,” imbuhnya lagi.

Di sinilah, Koh Steven balik bertanya kepada Holywings, yang sebelumnya bicara soal nasib 3.000 karyawannya.

“Bagaimana jika saya kembalikan [tanya kepada] @holywingsindonesia? Bagaimana nasib orang tua dan keluarga puluhan ribu pelanggan Anda, yang terjebak dalam dunia maksiat yang Anda ciptakan?”

“Anda akan menjawab, ‘Ya, itu pilihan mereka datang ke tempat kami, kami tidak memaksa’.”

“Maka saya jawab, ‘Promo Anda mengundang mereka datang, maka kami akan menghentikan tempatnya, dan biarkan 3.000 karyawan kalian mencari kerja di tempat yang lebih baik, bukan merusak orang lain dan keluarga lain’.”

Baca Juga:

Koh Steven menyebut 6 staf Holywings yang ditetapkan sebagai tersangka sebagai ‘tumbal’.

“Enam dari ‘tumbal’ yang kalian masukkan ke kepolisian, menunjukan kebobrokan sistem manajemen kalian.”

“Di mana seharusnya urusan eksternal, tanggung jawab, ya, ada di puncak pimpinan, bukannya memasang tumbal,” tegas Koh Steven.

Satu-satunya solusi, imbuhnya, adalah menutup tempat maksiat tersebut, “Jika mau adapun, silakan di kota yang mayoritas bukan beragama Islam.”

Di akhir pernyataannya, sebelum menulis dua tanda pagar ‘#TutupHolywings dan #StopMaksiat’, Koh Steven menyampaikan pesan untuk umat muslim:

“Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Barang siapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman’.” (HR. Muslim No. 49).

Respons Publik

Dari ratusan komentar yang masuk di unggahan Koh Steven tersebut, salah satunya berasal dari musikus, Ebith Beat’ A.

Melalui akun Instagram-nya, @ebithbeata, ia berharap, “Semoga dari 3.000 karyawan [yang boleh jadi ada muslimnya], saya doakan segera mendapatkan pekerjaan lain yang halalan thoyyiban. Berkah dibawa ke rumah. 🙌❤️”

Sementara pengguna Instagram @istajibbarlian_aka_tatank, berbagi cerita, “Saya dulu juga termasuk penikmat dan pelaku maksiat di tempat-tempat seperti ini [catatan: bukan untuk berbagga diri].”

“Dari seringnya bertemu dan obrolan, banyak sekali dari para pelaku itu di rumahnya kalem, tenang,” sambung pria yang akrab disapa Tatank itu.

“Kemudian karena komunal atau kebiasaan yang sering dikumpulinnya begitu, menjadikan mereka tertarik coba-coba,” imbuhnya lagi.

“Karena gengsi, biar dibilang keren, ajakan yang kalau tidak mau, akan dijauhi, dan semua itu bersumber pada lemahnya iman [termasuk saya 😢],” lanjut Tatank.

Kalau mau tahu, imbuhnya, senang gembiranya dengan pergaulan seperti itu, hanya sesaat.

“Dan basiannya, enggak enak, enggak nyaman, mual, makin merosot iman kita,” ucap Tatank lagi.

Di akhir, ia pun menyampaikan nasihat diri, “Berani meninggalkan dan menjauhi semua itu. Jangan pernah sekali-kali mencoba, hanya karena penasaran ataupun enggak enak sama teman! #TutupHolywings #StopMaksiat.”

Holywings Minta Maaf

Sebelumnya, Holywings Indonesia kembali mengunggah perminta maaf mereka terkait promosi minuman beralkohol gratis untuk pemilik nama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’.

Berikut pernyataannya:

Kami memohon doa serta dukungan dari masyarakat Indonesia, agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Demi keberlangsungan lebih dari 3.000 karyawan di Holywings Indonesia, beserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini.

Saat ini, 6 oknum yang bertanggung jawab terkait ‘promosi’ telah ditahan, menjalani proses hukum, dan sudah ditangani oleh kepolisian serta pihak yang berwajib.

Kami pastikan, akan tetap memantau perkembangan kasus ini, menindak tegas dan tidak akan pernah lepas tangan.

Terima kasih untuk seluruh dukungan yang telah diberikan di postingan kami sebelumnya.

Tentunya kami dari management Holywings Indonesia, telah membaca satu per satu segala bentuk kritik, saran, dan pendapat masyarakat terkait kelalaian kami.

Kami berjanji akan menjadi lebih baik.

  • Bagikan