Kronologi Kasus 1 Hingga Kasus 6 Positif COVID-19 di Indonesia

  • Bagikan
Kronologi Kasus COVID-19 di Indonesia

Ngelmu.co – Juru Bicara Penanganan Virus Corona (COVID-19) di Indonesia, Achmad Yurianto, menjelaskan kronologi dan fakta-fakta, tentang pasien positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Mulai dasus kasus 1 hingga kasus 6.

Seperti diketahui, kasus 1 tertular dari seorang warga negara Jepang yang tinggal di Malaysia, usai berada dalam satu acara yang sama.

Di restoran Amigos, 14 Februari lalu, mereka terlibat pertemuan yang tak direncanakan. Pasalnya, pengelola tempat menggelar acara pesta dansa bertajuk ‘latin night’.

Beberapa hari kemudian, WN Jepang dinyatakan positif COVID-19 usai kembali ke Malaysia.

Virus Corona yang bernama resmi SARS-CoV-2 merupakan penyebab penyakit COVID-19.

Virus ini menular lewat tetesan pernapasan, ketika seseorang batuk atau bersin, bisa jadi virus itu masuk lewat mulut, hidung, dan mata.

Dapat pula menempati dan bertahan hidup di benda-benda mati, seperti gagang pintu, gagang tangga, dan benda lainnya.

Sehingga, seseorang bisa tertular usai memegang benda yang sebelumnya dihinggapi virus SARS-CoV-2.

Kembali ke kasus pasien positif COVID-19. Dua hari setelah acara dansa berlalu, Ahad (16/2), pasien kasus 1 (31), mengalami batuk, sesak napas, dan demam.

Kemudian ia mengunjungi RS Mitra Keluarga, Depok, dan melakukan rawat jalan.

Namun, setelah 10 hari melakukan perawatan, batuk yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Di saat yang sama, kasus 1 diduga melakukan kontak dengan kasus 2—ibunya (64)—yang kemudian juga dinyatakan positif. Keduanya tinggal di Depok, Jawa Barat.

Kasus 1 kembali mengunjungi RS Mitra Keluarga, Rabu (26/2), dan berdasarkan hasil pemeriksaan, ia terindikasi mengidap bronkopneumonia.

Kasus 1 dirujuk ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Di sana, ia mengatakan kepada dokter bahwa dirinya dirawat sebagai orang dalam pengawasan, dan memberitahu informasi tentang WN Jepang di Malaysia yang positif COVID-19.

Mengetahui hal tersebut, tim dokter langsung mengambil sampel nasofaring, orofaring, serum, sputum, dan dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan, Ahad (1/3).

Hasilnya menunjukkan, kasus 1 positif COVID-19, dan telah menularkan kepada kasus 2.

Restoran Amigos, Kemang, pun menutup operasional mereka selama dua pekan, sembari melakukan upaya sterilisasi lokasi.

Berlanjut ke kasus 3 dan kasus 4, Yuri menyebut, dua orang tersebut merupakan bagian dari 80 peserta yang ada dalam satu acara, yang juga dihadiri oleh kasus 1.

Dari 80 orang itu, Dinkes DKI, kepolisian, dan BIN (Badan Intelijen Negara), menelusuri dan mengerucutkan menjadi 20 orang.

Ketika diperiksa, tujuh di antaranya mengalami influenza dalam kategori ringan dan sedang.

Kemudian setelah di-observasi lebih dalam, dua orang di antaranya positif COVID-19, dengan usia masing-masing 33 dan 34 tahun.

Begitupun dengan kasus 5, Yuri mengatakan, pasien berusia 55 tahun itu masih berkaitan dengan 4 kasus awal COVID-19, yang disebut sebagai klaster Jakarta.

Namun, perlu dicatat, kasus 3, 4, dan 5, belum diketahui apakah tertular langsung dari WN Jepang, atau dari pasien kasus 1.

Sementara untuk kasus 6—pria (36)—merupakan anak buah kapal (ABK) pesiar Diamond Princess, di Yokohama, Jepang.

“Ini hasil kasus lanjutan tracing klaser Jakarta, bahwa yang bersangkutan confirm COVID-19, usia 55 tahun,” kata Yuri, seperti dilansir Kumparan.

“Kedua, confirm kasus COVID-19 laki-laki 36 tahun. Ini imported case yang dia dapatkan di Jepang, sebagai ABK di Diamond Princess,” sambungnya.

Baca Juga: Eks Agen CIA Bongkar Persekongkolan AS-Israel soal Virus Corona

Khusus kasus 6, dirawat di RS Persahabatan, Jakarta Timur.

Sementara kasus 1 sampai kasus 5, dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Mereka semua ditempatkan di ruangan isolasi, dan kondisinya disebut stabil.

Sebelumnya, Yuri mengatakan, dari 69 WNI ABK Diamond Princess, yang telah dijemput tim medis pemerintah dan dievakuasi ke Pulau Sebaru, satu orang dipisahkan, karena dicurigai terjangkit COVID-19.

Dari 69 ABK yang dievakuasi pada Ahad (1/3), 67 di antaranya laki-laki, sementara 2 orang lainnya perempuan.

Selain ABK Diamond Princess, Pulau Sebaru juga digunakan untuk observasi ABK kapal pesiar World Dream.

Terdapat dua blok terpisah untuk kru dua kapal pesiar tersebut.

Ada sekitar 188 WNI di kapal World Dream, yang dievakuasi ke Pulau Sebaru, 26 Februari 2020 lalu.

Mereka pindah dari kapal World Dream ke KRI dr Soeharso-990, di Perairan Selat Durian, Kepulauan Riau.

Diamond Princess sendiri, hingga Ahad (8/3) malam, masih menempati peringkat ketujuh sebagai lokasi dengan kasus COVID-19 terbanyak.

Kapal itu tercatat memiliki 696 kasus, dan berada di bawah Cina, Italia, Korea Selatan, Iran, Perancis, Jerman.

Data-data tersebut bisa dilihat dalam situs worldometers.info/coronavirus.

  • Bagikan