Pengertian Budaya: Unsur, Ciri, Nilai, Hingga Fungsinya

  • Bagikan
Pengertian Budaya
Sumber: hipwee.com

Ngelmu.co – Secara garis besar, mungkin setiap manusia sudah mendengar penjelasan soal pengertian budaya. Salah satunya, dari orang tua, guru, atau media lain. Namun, kali ini kita akan membahasnya lebih jauh, termasuk tentang unsur, ciri-ciri, nilai, hingga fungsi budaya itu sendiri.

Sumber: wikimedia.org

Budaya adalah hal yang dapat dijadikan sebagai identitas unik suatu daerah. Mengetahui soal pengertian budaya, Menjadi penting karena bisa memberikan hal positif.

Terlebih Indonesia, memiliki banyak macam budaya, karena sebagai negara maritim, kita mempunyai beragam suku dan bahasa.

Namun, perlu di-garisbawahi, beragamnya budaya bukan untuk membeda-bedakan satu sama lain.

Sebab, jika itu terjadi, bukan tidak mungkin, akan memberi dampak buruk kepada anak cucu kita kelak.

Secara umum, pengertian budaya adalah cara yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang, di mana prosesnya terjadi secara turun-temurun, dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Pengertian Budaya Menurut KBBI

Budaya adalah pikiran, akal budi, hasil, adat istiadat, menyelidiki bahasa dan sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju), jiwa atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan, sulit diubah.

Sedikitnya, ada lima macam budaya, yakni global, malu, pemilikan, politik, hingga wilayah, dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Budaya Global

Salah satu atau sejumlah unsurnya memiliki kemiripan atau serupa antara satu wilayah budaya dengan yang lain.

2. Budaya Malu

Contohnya sikap bawahan yang kurang berani mengatakan keadaan yang sebenarnya, terhadap atasan.

Bisa juga sikap pegawai (karyawan dan sebagainya) yang merasa malu jika berbuat tidak terpuji atau tidak senonoh.

3. Budaya Pemilikan

Kecenderungan manusia mencari, memperoleh, menggunakan, dan menyimpan barang.

4. Budaya Politik

Pola sikap, keyakinan, dan perasaan tertentu yang mendasari, mengarahkan, serta memberi arti kepada tingkah laku dan proses politik, dalam suatu sistem politik.

Mencakup cita-cita politik pun norma yang sedang berlaku dalam masyarakat politik.

5. Budaya Wilayah

Kecenderungan manusia mendapat ruang hidup yang sepadan, baik yang berbentuk fisik, psikologis, pun keorganisasian.

Pengertian Budaya Menurut Para Ahli

Setidaknya, ada 15 pengertian budaya menurut para ahli, yang berasal dari berbagai negara.

Pemikiran mereka soal budaya berbeda-beda, semua sesuai dengan ilmu yang didapat. Di antaranya:

1. Croydon

Budaya adalah sekumpulan pola terpadu yang sebagian berada di bawah kesadaran.

Namun, secara keseluruhan, mengatur tentang perilaku manusia, seperti senar yang dimanipulasi dari kontrol boneka.

2. Edwart Burnett Taylor

Ahli antropologi yang berasal dari Inggris, ini mengatakan budaya merupakan keseluruhan, meliputi kesusilaan, kesenian, kepercayaan, adat istiadat, hingga kebiasaan dan kesanggupan.

3. Effat Al-Syarqawi

Ia menjelaskan pengertian budaya dari sudut pandang agama islam.

Menurut Al-Syarqawi, budaya adalah suatu khasanah dalam sejarah, dari sekelompok masyarakat yang tercermin pada kesaksian dan berbagai nilai kehidupan.

Suatu kehidupan, lanjutnya, harus memiliki makna serta nilai rohaniah, yang mempunyai tujuan sebagai pedoman hidup.

4. Geert Hofstede

Budaya memiliki kaitan dengan pemikiran, karena terdiri dari program-program kelompok yang tersusun dari pemikiran anggota kategori satu dengan yang lain.

Ia juga menjelaskan, soal nilai suatu budaya yang menurutnya, terletak pada inti budaya itu sendiri.

5. Jensen dan Trenholm

Sekelompok norma atau aturan yang juga bisa berwujud seperti nilai-nilai kepercayaan, adat istiadat, dan kode.

Semua tercipta, dari kegiatan sosial kelompok masyarakat yang saling mengikat satu sama lain, hingga mereka menyadarinya.

6. Ki Hajar Dewantara

Pahlawan hebat dalam bidang pendidikan ini, menilai budaya sebagai hasil dari usaha perjuangan masyarakat pada alam dan zaman yang memberikan bukti kemakmuran serta kejayaan hidup.

Usaha perjuangan itulah yang mampu menghadapi dan menyikapi berbagai kesulitan, dalam mencapai kemakmuran serta kebahagiaan hidup masyarakat.

Pendapat tepat dengan budaya di Indonesia, karena sangat dipengaruhi oleh perkembangan dari waktu ke waktu, hingga membuat perubahan kondisi alam.

7. Kluckhohn dan Kelly

Segala tatanan hidup yang terwujud secara historis. Konsep hidup ini tercipta secara implisit atau eksplisit, rasional, pun irasional.

Dijadikan pula acuan yang memiliki potensi, pada tingkah laku manusia.

8. Koentjaraningrat

Budaya adalah sebuah gagasan, rasa, tindakan, dan karya yang lahir dari manusia, selama hidupnya.

Semua itu merupakan hasil dari usaha manusia dalam bermasyarakat. Maka gagasan soal kebudayaan adalah dengan belajar satu sama lain.

9. Lehman, Himstreet, dan Batty

Sekumpulan yang tersusun dari pengalaman berbagai masyarakat, yang hidup pada masa itu.

Pengalaman yang dimaksud dalam hal ini dapat berupa perilaku, kepercayaan, dan gaya hidup masyarakat itu sendiri.

10. Levi Strauss

Perwujudan komponen struktur sosial yang berasal dari alam pikiran manusia, serta dilakukan berulang kali, hingga menjadi kebiasaan.

11. Linton

Ahli kebudayaan asal Amerika Serikat, menilai budaya sebagai seluruh bentuk sikap dan tingkah laku, serta kebiasaan yang diwariskan.

Pasalnya, budaya ada melalui proses turun-temurun dari para leluhur, hingga menjadi contoh, terbiasa, dan tumbuh.

12. Melville J Herskovits

Produk manusia yang menjadi bagian dari lingkungannya. Pasalnya, manusia senantiasa berada dalam suatu lingkungan, hingga menghasilkan budaya.

13. Parsudi Suparian

Tokoh Indonesia ini, ahli dalam masalah antropologi perkotaan, multikultuarisme, dan kemiskinan.

Menurutnya, budaya adalah seluruh pengetahuan manusia yang dimanfaatkan untuk mengetahui dan memahami pengalaman serta lingkungan sekitar.

14. Soekmono

Ahli arkeolog Indonesia yang pernah menjadi pemimpin dalam pembenahan Candi Borobudur—12 tahun (1971-1983—menyebut budaya sebagai hasil pekerjaan atau usaha manusia, yang berwujud benda pun pemikiran manusia, di masa hidup kala itu.

15. Soelaiman Soemardi dan Selo Soemardjan

Dua tokoh ahli ilmu kemasyarakatan dan pengetahuan sosial, serta proses-prosesnya (termasuk perubahan sosial), menyatakan budaya sebagai hasil karya meliputi cipta dan rasa dari masyarakat.

Budaya, memiliki keterkaitan erat dengan masyarakat, hingga mereka-lah yang menciptakannya.

Unsur-unsur Budaya

Budaya terbentuk dari beberapa unsur yang rumit, seperti sistem agama, adat istiadat, politik, bahasa, perkakas, karya seni, dan lainnya.

Ada beberapa pendapat dari para ahli, soal unsur-unsur budaya, di antaranya:

Melville J Herkovits dan Bronislaw Malinowski

Terdapat empat unsur-unsur budaya:

Sistem Norma

Sesuatu yang memungkinkan terciptanya kerja sama sekelompok manusia, dalam upaya menguasai alam sekitar.

Organisasi Ekonomi

Sesuatu yang memungkinkan manusia untuk bertahan hidup serta memiliki kesejahteraan.

Lembaga Pendidikan

Sesuatu yang memungkinkan terjadinya proses sosialisasi norma, serta nilai sosial di dalam masyarakat.

Organisasi Kekuatan

Sesuatu yang memungkinkan terjadinya inisiatif, guna mengorganisir kehidupan sosial.

Clyde Kluckhohn

Terdapat tujuh unsur-unsur budaya:

Bahasa

Mencakup lisan dan tulisan yang memiliki fungsi sebagai cara berinteraksi, serta menjadi salah satu tanda adanya budaya suatu peradaban.

Sistem Pengetahuan

Mencakup pengetahuan soal berbagai hal seperti perilaku sosial, organ manusia, waktu, flora-fauna, dan lain sebagainya.

Sistem Religi

Mencakup aliran kepercayaan atau agama yang dianut oleh masyarakat, misalnya upacara atau tradisi kepercayaan tertentu.

Sistem Mata Pencaharian Manusia

Mencakup metode manusia untuk bertahan hidup, seperti bercocok tanam, berdagang, bertani, dan lain sebagainya.

Sistem Teknologi Manusia

Mencakup peralatan produksi, alat transportasi, proses distribusi, komunikasi, dan tempat-tempat untuk menyimpan benda pun manusia, seperti rumah, senjata, dan perkakas, yang merupakan unsur kebudayaan ciptaan peradaban manusia.

Sistem Kemasyarakatan

Mencakup sistem keluarga, kekerabatan, komunitas, organisasi, hingga negara.

Sejak lahir, manusia sudah menjadi bagian organisasi, yakni keluarga, dan terikat dalam kegiatan keagamaan.

Kesenian yang juga mencakup berbagai bentuk seni, seperti musik, tari, lukis, sastra, arsitektural, dan lain-lain.

Setiap karya kreatif manusia yang mengandung seni, merupakan unsur budaya.

Baca Juga: Pengertian Observasi Menurut Para Ahli: Jenis, Tujuan, dan Manfaatnya

Ciri-ciri Budaya

Suatu budaya pasti memiliki nilai serta karakteristik tertentu. Adapun ciri-ciri budaya adalah sebagai berikut:

  • Dapat menyimbolkan suatu suku atau daerah tertentu,
  • Harus melalui proses belajar dan bukan suatu bawaan,
  • Dapat diwariskan dari generasi ke generasi,
  • Bisa disebarkan melalui komunikasi ke individu, kelompok, pun generasi berikutnya,
  • Bersifat dimanis karena dapat berubah dari waktu ke waktu,
  • Bersifat selektif dan menampilkan pengalaman serta pola tingkah laku manusia,
  • Dapat saling berkaitan satu sama lain,
  • Cenderung diklaim manusia sebagai budaya terbaik, dan
  • Bisa berubah karena adanya globalisasi.

Konsep Budaya

Budaya mampu dipahami, seiring adanya perubahan tingkah laku dan struktur dari masyarakat itu sendiri. Di mana perubahan terjadi, karena adanya perkembangan teknologi.

Wujud Budaya

Sejatinya, budaya yang terdapat di tengah masyarakat, terwujud dalam tiga hal, seperti:

Gagasan (Ide Pokok)

Pola pikir yang terwujud dari seluruh ide dan gagasan, bersifat abstrak. Berada dalam alam sadar (pikiran manusia).

Pandangan masyarakat terhadap segala sesuatu yang mereka lihat serta amati, dan mereka jalani, dalam kehidupan sehari-hari, juga bisa menjadi gagasan dalam suatu budaya.

Aktivitas

Kegiatan atau tindakan yang dilakukan oleh manusia di lingkungan sekitar.

Terbentuk dalam suatu sistem sosial, dan menyebabkan manusia saling berinteraksi, bekerjasama, melakukan kegiatan sesuai adat istiadat (kebiasaan) masing-masing.

Hasil Budaya

Hasil karya dari kegiatan atau aktivitas manusia, baik berupa fisik pun benda.

Sebab, dari ide atau gagasan yang diterapkan dalam aktivitas manusia, dapat dilihat, diabadikan, serta diamati secara langsung dan nyata.

Nilai Budaya

Konsep yang bersifat abstrak, tentang masalah umum dan besar, yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat.

Dijadikan pedoman dari tingkah laku sebagian besar—bahkan seluruh anggota—masyarakat yang ada.

Nilai budaya ada dalam akal pikiran, dan sangat sulit untuk digambarkan secara rasional.

Bersifat langgeng, hingga menyebabkan nilai budaya tak mudah berubah atau tergantikan, dengan nilai lainya, kecuali jika ada faktor tertentu.

Indonesia, mempunyai nilai budaya seperti Pancasila, dengan kelima silanya yang merupakan satu sistem kesatuan utuh.

Kelima sila itu sangat penting untuk Indonesia, karena bertujuan memelihara persatuan dan kesatuan.

Tak hanya itu, Indonesia, juga memiliki beragam suku, golongan, kelompok, pun adat istiadat, yang menjadikan nilai budaya bervariasi.

Setiap suku atau golongan, mewujudkan nilai gotong royong, musyawarah, toleransi, nasionalisme, setia kawan, tertib, harga diri, hingga lapang dada.

Namun, dengan adanya nilai budaya Pancasila, Indonesia, tetap bersatu.

Sebab, sila-sila yang ada di dalamnya, sangat kuat dan terkait dengan nilai budaya suku atau golongan di Tanah Air.

Fungsi Budaya

Fungsi budaya, utamanya adalah agar kita dapat mempelajari warisan nenek moyang.

Sebab, budaya merupakan unsur yang ada di dalamnya, terikat dengan waktu, dan bukan merupakan kuantitas yang statis.

Budaya dapat berubah, jika terdapat faktor yang mendorong perubahan itu sendiri.

Itulah yang akan menentukan, cepat atau lambatnya budaya mengalami perubahan.

Selain dari fungsi budaya di atas, terdapat pula fungsi lain:

  • Memunculkan toleransi dan empati;
  • Meningkatkan nasionalisme, saling bekerja sama;
  • Saling menghargai satu sama lain;
  • Sarana menjalin sosialisasi;
  • Menjadi media pembelajaran untuk masyarakat dalam menjalankan aktivitas; dan
  • Pedoman dalam bertindak pun berperilaku.

Contoh Budaya

Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Indonesia, memiliki banyak sekali budaya, yang bahkan terus berkembang di masyarakat, sampai hari ini.

Baik berupa tingkah laku, karya, pun adat istiadat, yang sebelumnya telah terbiasa dilakukan. Berikut sebagian kecil contoh budaya, di antaranya:

  • Musik keroncong,
  • Musik dangdut,
  • Upacara potong jari di Papua,
  • Seni tari reog,
  • Upacara kematian Ngaben di Bali,
  • Budaya gotong royong,
  • Batik,
  • Wayang kulit,
  • Musik gamelan,
  • Angklung,
  • Tari Saman Aceh,
  • Taman Nasional Komodo NTT,
  • Keris, dan masih banyak lagi.

Faktor Kebudayaan

Terbentuknya kebudayaan, dipengaruhi banyak faktor, baik pendorong pun penghambat.

Faktor Pendorong Kebudayaan
  • Niat masyarakat untuk melestarikan budaya,
  • Adanya gererasi penerus yang mau meneruskan suatu budaya,
  • Adanya rasa cinta terhadap budaya dalam diri manusia,
  • Keinginan masyarakat menjaga kelestarian suatu budaya (agar tidak hilang), dan
  • Terjadinya perubahan lingkungan hidup yang mendukung berkembangnya suatu budaya.
Faktor Penghambat Kebudayaan
  • Masuknya budaya asing yang kemudian menggeser eksistensi budaya lokal,
  • Masyarakat tak ingin melestarikan suatu budaya,
  • Generasi penerus tak peduli dengan keberadaan suatu budaya, dan
  • Munculnya anggapan bahwa budaya itu kuno, hingga tak ingin melestarikannya.

Itulah penjelasan Ngelmu, tentang pengertian budaya, baik secara umum pun menurut para ahli, hingga unsur, ciri-ciri, fungsi, dan contohnya. Semoga menambah wawasan.

  • Bagikan