pengertian paragraf

Pengertian Paragraf : Ciri-ciri Dan Penjelasan Lengkap Lainnya

Diposting pada 20.903 views

Pengertian Paragraf : Ciri-ciri Dan Penjelasan Lengkap Lainnya

Ngelmu.co – Apa pengertian paragraf? sering sekali kita mendengar istilah tersebut saat sedang belajar di sekolah Tetapi kita tidak mengetahui Pengertian paragraf. Mungkin diantara kalian masih ada yang kurang memahaminya, jika begitu mari baca penjelasannya di tulisan ini.

 

[read more]

Pengertian Paragraf

Pengertian Paragraf adalah karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat dengan pikiran utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya. atau paragraf dapat juga diartikan sebagai seperangkat kalimat yang terdiri atas satu kalimat pokok dan beberapa kalimat penjelas.

Kalimat Pokok atau kalimat utama yaitu kalimat yang berisi masalah atau kesimpulan sebuah paragraf. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat yang berisi penjelas masalah pada kalimat utama, setelah mengetahui dibawah nanti akan dijabar Pengertian Paragaraf dan contohnya

Pengertian Paragraf Menurut Ahli

Paragraf merupakan rangkaian atau himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian utuk mmbentuk sebuah gagasan yang biasanya mengandung satu ide pokok / pikiran pokok & penulisannya dimulai dengan baris baru (Dalman, 2011: 77).

Paragraf adlah seperngkt kalimat trsusun logis sistematis yang merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yng relevan & mengandung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan (Tarigan, 2008: 5).

Paragraf adlah seprangkat kalimat yang membicrakan suatu gagasan / topik. Kalimat-kalimat dlam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut (Arifin, 2008: 115).

Syarat Paragraf

Paragraf yang baik adalah paragraf yang mampu menyampaikan pikiran dengan baik kepada pembaca. Adapun syarat dari paragraf yaitu harus memiliki kesatuan, kepaduan dan kelengkapan.

Yang dimaksud kesatuan yaitu suatu paragraf harus dibangun dengan satu pikiran yang jelas. Satu pikiran tersebut diuraikan ke dalam bentuk pikiran pokok dan beberapa pikiran jelas. Hubungan pikran yang satu dengan pikran lainnya menandakan bahwa paragraf tersebut telah memiliki kesatuan

  • Kepaduan (Koherensi)

Kapeduan terwujud dari hubungan kompak antarkalimat pembentuk paragraf. Kepaduan yang baik terjadi apabila hubungan timbal balik antar kalimat wajar dan mudah dipahami. Ada beberapa cara agar paragraf memiliki kepaduan yang kompak, yaitu dengan menggunakan kata ganti, kata penghubung, serta perincian dan urutan pikiran.

  • Kelengkapan

Suatu paragraf dikatakan lengkap apabila berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kalimat pokok.

Unsur Paragraf

Sebelumnya telah kita katakan kalau paragraf itu tersusun secara logis-sistematis. Agar paragraf bisa tersusun secara logis-sistematis, paragraf harus terdiri dari beberapa unsur diantaranya transisi, kalimat topik, kalimat pengembang dan kalimat penegas.

  • Transisi

Transisi adalah penghubung antar paragraf yang berfungsi untuk menghubungkan jalan pikiran dari dua paragraf yang berdekatan. Transisi dibagi dua yakni transisi yang berupa kata dan transisi yang berupa kalimat.

Transisi Berupa Kata

Transisi ini berupa kata atau kelompok kata. Berdasarkan kelompok kata dibagi berdasarkan penandanya yaitu,

Penanda hubungan kelanjutan, yaitu : dan, serta, lagi, lagipula, tambahan lagi, bahkan, kedua, ketiga,selanjutnya, akhirnya, terakhir.

Hubungan waktu, yaitu : dahulu, sekarang, kini, kelak, sebelum, setelah, sesudah, sementara itu, sehari kemudian, tahun depan.

Penanda klimaks, yaitu : paling…, se….nya, ter…

Penanda perbandingan, yaitu : seperti, ibarat, sama, bak.

Penanda kontras, yaitu : tetapi, biarpun, walaupun, sebaliknya.

Penanda urutan jarak, yaitu : di sana, di sini, di situ, sebelah, dekat, jauh.

Penanda ilustrasi, yaitu : umpama, contoh, misalnya.

Penanda sebab-akibat, yaitu : sebab, oleh sebab itu, oleh karena, akibatnya.

Penanda syarat (pengandaian), yaitu : jika, kalau, jikalau, andaikata, seandainya.

Penanda kesimpulan, yaitu : ringkasnya, kesimpulannya, garis besarnya, rangkuman

Transisi Berupa Kalimat

Transisi ini berupa Kalimat yang juga dikenal dengan sebutan lead in sentence atau kalimat penuntun yang berfungsi sebagai kalimat transisi maupun sebagai kalimat pengantar untuk kalimat topik utama. Jika dalam satu paragraf terdapat kalimat penuntun dan kalimat topik, maka kalimat penuntun sebelum kalimat topik. Namun kalimat penuntun bukanlah yang berfungsi untuk menggantikan kalimat topik, tetapi hanya kalimat pengantar menuju kebagian kalimat topik.

  • Kalimat Topik / Kalimat Utama

Kalimat topik atau kalimat utama adalah kalimat yang berisi pokok pikiran atau inti pembicaraan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Disinilah tempatnya inti gagasan yang ingin disampaikan pengarang, karena pada kalimat ini terdapat inti pembicaraan dari keseluruhan bahasan.

  • Kalimat Pengembang

Kalimat pengembang adalah kalimat yang mengembangkan atau memaparkan secara luas tentang inti pembicaraan dari kalimat topik.

Jika kalimat topiknya bersifat kronologis, biasanya akan berhubungan dengan benda atau kejadian dan waktu; dan urutan kalimat pengembangannya dimulai dari masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Jika kalimat topiknya berhubungan dengan jarak yang biasanya akan berhubungan dengan benda, peristiwa atau suatu hal, dan ukuran jarak; sedangkan urutan kalimat pengembangannya dimulai dari jarak yang paling dekat, lebih jauh, dan paling jauh.

Jika kalimat topiknya berhubungan dengan sebab akibat, maka urutan kalimat pengembangannya bisa dinyatakan sebabnya terlebih dahulu, lalu diikuti oleh akibat, bisa juga sebaliknya, akibatnya terlebih dahulu lalu diikuti dengan sebab.

Contoh :

Pada pagi hari suasana lingkungan rumah andi begitu indah, di sekitar rumah berjejer pohon-pohon yang menambah keteduhan. Sementara itu, kicau burung menambah semaraknya pagi itu. Di kejauhan terlihat gunung Tangkuban Perahu yang penuh misteri. Sungguh, pagi yang indah dan hangat (Tarigan, 2008: 15).

  • Kalimat Penegas / Kalimat Penjelas

Kalimat penegas atau kalimat penjelas adalah kalimat yang berfungsi untuk memberikan penegasan atau memperjelas kembali terhadap kalimat utama atau kalimat topik. Kalimat penegas tidak lah mutlak atau wajib untuk digunakan, misal jika inti pembicaraan sudah jelas pada kalimat utama maka tidak perlu untuk memperjelasnya kembali.

Contoh :

Gedung yang dibangun delapan belas tahun yang lalu itu kini keadaannya rusak berat. Tembok bagian depan mengelupas di beberapa tempat dan bagian belakang retak-retak. Gentingnya banyak yang pecah dan tentu saja bocor kalau hujan turun. Kayu penyangga genting banyak yang patah sehingga atap bangunan tampak bergelombang. Plafon sudah tidak utuh, lantai hancur, dan beberapa kaca jendela pecah. Bahkan sejumlah pintunya keropos dimakan rayap. Gedung itu memang sudah tidak layak (Wiyanto (2004: 28))

Jenis-Jenis Paragraf dan Contohnya

Paragraf terdiri atas beberapa macam paragraf yang dikategorikan berdasarkan letak kalimat pokok dan berdasarkan isinya. Macam-macam paragraf tersebut yaitu sebagai berikut…

  • Jenis-Jenis Paragraf dan Contohnya Berdasarkan Letak Kalimat Pokok Paragraf
  1. Paragraf Deduktif

    Pengertian paragraf deduktif adalah suatu paragraf yang terdiri dari kalimat ide pokoknya terletak di awal paragraf. Contohnya membaca merupakan faktor utama dalam menguasai ilmu pengetahuan. Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum, cukup hanya dengan membaca buku-buku hukum. Ingin memiliki pengetahuan tentang kesehatan, cukup dengan membaca buku-buku kesehatan. Seperti halnya dengan ilmu pengetahuan yang lainnya, cukup dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

  2. Paragraf Induktif

    Pengertian paragraf induktif adalah suatu paragraf yang kalimat ide pokoknya terletak diakhir paragraf. Contoh dari Pengertian Paragraf Induktif adalah seseorang ingin menguasai ilmu hukum, cukup dengan membaca buku-buku hukum,. Ingin mendapatkan pengetahuan kesehatan cukup dengan membaca buku-buku kesehatan. Seperti halnya dengan pengetahuan yang lain. Jadi membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan.

  3. Paragraf Campuran

    Pengertian paragraf campuran yaitu  ” paragraf yang kalimat ide pokoknya terletak diawal paragraf dan ditegaskan kembali diakhir paragraf “. Contoh: Membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan. Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum, cukup membaca buku-buku hukum. Ingin memiliki pengetahuan tentang kesehatan, cukup membaca buku-buku kesehatan. Begitu juga ilmu-ilmu pengetahuan yang lain cukup dengan cara membaca buku-buku yang berhubungan erat dengan ilmu tersebut. Sekali lagi membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan.

  4. Paragraf Narasi

    Pengertian paragraf narasi yaitu ” paragraf yang tidak memiliki kalimat ide pokok. Artinya semua kalimat dianggap penting, tidak ada kalimat yang dijelaskan “. Semua kalimat berkedudukan sama antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Contoh: Seseorang yang ingin menguasai ilmu hukum, cukup membaca buku-buku hukum. Ingin memiliki pengetahuan tentang kesehatan, cukup membaca buku-buku kesehatan. Begitu juga ilmu-ilmu pengetahuan yang lain cukup dengan cara membaca buku-buku yang berhubungan erat dengan ilmu tersebut.

Jenis- jenis paragraf dan contohnya ditinjau dari isinya

  1. Pengertian Paragraf Eksposisi

    yaitu ” paragraf yang isinya memaparkan suatu masalah atau peristiwa “. Contoh: Kegiatan dalam memeriahkan HUT RI ke 69 tanggal 17 Agustus 2014 di desa Simpang Pematang. Semua warga desa Simpang Pematang turut memeriahkan acara HUT RI ke 69 dengan mengikuti beragam perlombaan yang disediakan oleh panitia, perlombaan tersebut antara lain : panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, memasukkan paku kedalam botol, tarik tambang dan lain sebagainya.

  2. Pengertian Paragraf Deskripsi (Deskriptif)

    yaitu ” paragraf yang isinya menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa dengan kata-kata sehingga para pembaca seolah-olah merasakan, melihat, mendengar dan mengalami langsung keadaan atau peristiwa tersebut “. Contoh: Malam bulan purnama yang meriah. Cahaya bulan purnama yang sangat terang. Keadaan malam bagaikan siang, yang terang bukan saja di tempat-tempat yang lapang, bawah pepohonan pun tampak terang. Anak-anak terlihat senang sekali, ada yang main kejar-kejaran, main sumput-sumputan, dan juga ada yang main pencak silat. Anak-anak remajapun tidak mau ketinggalan, mereka banyak menikmati sinar bulan purnama dengan duduk-duduk santai dibawah pohon. Sebagian lagi jalan-jalan berkeliling kampung.

  3. Pengertian Paragraf Argumentasi

    yaitu ” paragraf yang isinya meyakinkan pembaca sehingga pembaca menerima gagasan penulis “. Contoh: Membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan. Seorang dokter pasti selalu membaca buku-buku medis, sebab tanpa membaca buku medis ia akan banyak mengalami kesulitan ketika akan mendeteksi penyakit pasien. Seorang pelajar, tanpa mau membaca buku pelajaran secara rutin, pasti akan banyak mengalami kesulitan ketika menjawab pertanyaan dari guru. Banyak lagi contoh-contoh membaca yang selalu dilakukan oleh seseorang.

  4. Pengertian Paragraf Persuasi

    yaitu ” paragraf yang isinya membujuk atau mempengaruhi pembaca agar mau mengikuti pendapat atau gagasan penulis “. Jenis paragraf ini hampir sama dengan paragraf argumentasi bahwadiawal paragraf penulis menyajikan pendapat dahulu kemudian disajikan pernyataan yang berupa alasan . Perbedaannya yaitu pada paragraf argumentasi alasan yang digunakan berupa fakta, sedangkan pada paragraf persuasi alasannya berupa kalimat himbauan, ajakan atau harapan penulis. Contoh: Membaca merupakan faktor utama untuk menguasai ilmu pengetahuan. Sebab seseorang yang tidak mau membaca buku pasti tidak banyak memiliki pengetahuan. Pengetahuan itu banyak bersumber dari buku. Anak yang pintar misalnya, dia pasti menjadi kutu buku. Tiada hari tanpa membaca baginya. siapa saja yang kurang membaca pasti ia sangat terbatas pengetahuannya. Oleh karena itu biasakanlah membaca buku-buku ilmu pengetahuan, bila ingin memiliki ilmu pengetahuan.

  5. Pengertian Paragraf Narasi

    yaitu ” paragraf yang isinya menceritakan masalah atau suatu peristiwa , sehingga pembaca dapat terhibur atau terharu terhadap masalah atau peristiwa yang terjadi “. Contoh: Beberapa minggu yang lalu kami telah melakukan perjalanan ke Lampung. Rombongan kami terdiri dari 5 mobil pribadi. Kendaraan kami melaju dengan cepat secara beriringan. Perjalanan sangat menyenangkan, tak seorangpun yang tidak gembira. Semua sangat bahagia melihat pemanandangan walau hanya didalam mobil ketika suasana dan gemerlapnya lampu-lampu yang menghiasi kota Bandar Lampung.

Struktur Paragraf

Dalam Pengertian Paragraf kita mengetahui bahwa sebuah paragraf tentunya terdiri dari beberapa kalimat. Kalimat tersebut yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat utama adalah kalimat yang memuat ide pokok atau gagasan utama. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat yang memuat penjelasan kalimat utama.

  • Kalimat Utama

Terdiri atas satu kalimat saja. Biasanya kalimat utama memiliki ciri ciri paragraf sebagai berikut :

  1. Mengandung permasalahan yang dapat diuraikan lebih lanjut.
  2. Berupa kalimat sempurna yang bisa berdiri sendiri.
  3. Memiliki arti yang jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain.
  4. Dapat terbentuk tanpa perlu kata sambung.
  • Kalimat Penjelas

Terdiri atas beberapa kalimat. Ciri-cirinya sebagai berikut :

  1. Tidak dapat berdiri sendiri
  2. Kalimat tersebut harus dijelaskan oleh kalimat lain untuk mengetahui maknanya.
  3. Biasanya memerlukan kata sambung
  4. Isinya berupa perincian, keterangan, contoh, dan data lain yang mendukung kalimat utama.

Struktur  suatu paragraf  biasanya  berkaitan  dengan  pengurutan letak kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Atas  dasar  kategori  kalimat  dalam  paragraf  tersebut,

Kategori Struktur

struktur  paragraf  dapat dikategorisasikan menjadi tiga, yaitu:

  1. Paragraf Deduktif

    yaitu paragraf yang kalimat  utamanya terdapat  pada  awal  paragraf  dan  diikuti  dengan  kalimat kalimat penjelas.

  2. Paragraf Induktif

    yaitu paragraf yang kalimat  utamanya terdapat di  akhir  paragraf dan  didahului  dengan  kalimat-kalimat penjelas

  3. Paragraf Campuran

    merupakan gabungan dari deduktif dan induktif. Kalimat  utamanya  terdapat  pada  awal  dan  akhir  paragraf,  diselingi dengan kalimat-kalimat penjelas.

  4. Paragraf Tanpa Kalimat Utama

    (paragraf Narasi, yaitu paragraf yang tidak memiliki kalimat pokok, namun memiliki ide pokok. Biasa terdapat di teks cerita dan berbentuk deskripsi.

Fungsi Paragraf

  1. Mengekspresikan gagasan dalam bentuk tulisan dengan memberikan suatu bentuk pikiran dan perasaan dengan serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
  2. Menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran juga.
  3. Memudahkan dalam pengorganisasiaan gagasan bagi yang menulis dan memberikan kemudahan pemahana bagi pembacanya
  4. Memudahkan dalam pengembangan topik karnagan ke dalam satuan unit pikiran yang lebih kecil.
  5. Memudahkan dalam pengendalian variabel, terutama karangan yang terdiri dari beberapa variabel.

Terimakasih telah membaca artikel berjudul :

Pengertian Paragraf : Ciri-ciri Dan Penjelasan Lengkap Lainnya

[/read]

 

Baca Juga

Artikel Pengertian Lainnya : ngelmu.co/category/pengertian/

Berita Terbaru : ngelmu.co