Politikus Jerman Anti Islam Putuskan Jadi Mualaf?

Diposting pada 41 views

Ngelmu.co – Terdengar kabar jika Arthur Wagner, 48 tahun, anggota Partai Alternative fur Deutschland (AfD) yang terkenal karena retorika anti-Muslim memutuskan untuk masuk Islam. Pemimpin sayap kanan Jerman, Arthur Wagner yang dikenal anti-Muslim baru saja mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam. Tentu saja keputusan Wagner ini mengejutkan banyak pengamat politik.

Seperti dikutip Russia Televisi Rabu (24/1/2018), Wagner mengatakan bahwa keputusannya itu, “Karena alasan pribadi,” katanya kepada harian Jerman Tagesspiegel. Sementara tabloid Jerman, Bild, berspekulasi bahwa banyak faktor yang menyebabkan Wagner memutuskan untuk pindah agama. Bisa jadi karena Wagner diam-diam membantu para imigran muslim yang tiba di Jerman. Bahkan Arthur yang fasih berbahasa Rusia kerap kali membantu menerjemahkan testimoni bagi para pengungsi asal Chenchen.

Sementara itu, media Jerman lain mengutip pendapat seorang anggota intelijen Jerman. “Entah karena sering berinteraksi dengan pengungsi Muslim yang mendorongnya memeluk agama Islam, atau agar dia lebih bisa melakukan kontak dengan mereka,” kata sumber tersebut.

Kini, Arthur Wagner, 48 tahun yang semula memeluk agama Kristen akhirnya menjadi muslim. “Dia secara resmi mengundurkan diri dari Partai Alternatif untuk Jerman, AfD terhitung tanggal 11 Januari lalu,” kata seorang anggota senior Partai AfD. “Belakangan baru tahu bahwa dia beralih masuk Islam,” sambungnya.

Padahal, sebelumnya Arthur Wagner dikenal sebagai tokoh sayap kanan yang menentang keras kehadiran warga Muslim di Jerman.

Berdasarkan laporan BBC, Wagner yang menjabat sebagai komite eksekutif partai dari negara bagian Bradenburg, baru-baru ini mengundurkan diri dari jabatannya tanpa penjelasan. Saat ini, Wagner masih menjadi anggota partai sayap kanan Jerman itu. Adapun alasan yang diungkapkan Wagner saat dirinya mundur dari jabatan adalah karena “ada masalah pribadi”.

 

Sebelumnya, di laman resmi AfD, pernah menyebutkan bahwa “Islam tidak diakui di Jerman”. Diketahui juga bahwa para pendukung AfD secara teratur mengadakan demonstrasi anti-Islam dan dalam pemilihan federal 2017, partai tersebut menggunakan poster yang menggambarkan ibu rumah tangga dengan mengenakan pakaian niqab (head cadar).

Namun, juru bicara AfD Brandenburg, Daniel Friese, menegaskan bahwa perpindahan agama Wagner tidak menjadi masalah bagi partai tersebut. Friese menyatakan bahwa agama adalah urusan pribadi, AfD mendukung hak konstitusional kebebasan beragama.

Wagner, yang berasal dari Rusia, sebelumnya adalah anggota partai Christian Democratic Union of Germany (CDU) yang beranggotakan Perdana Menteri German, Angela Merkel. Dalam sebuah video yang diterbitkan pada 2017, Wagner mengatakan sempat menjadi pengagum Merkel.

Sebulan sebelum pemilihan umum Juli 2017, Arthur Wagner mengecam kebijaksanaan Kanselir Angela Merkel yang membuka perbatasan bagi para pengungsi dari negara-negara mayoritas Muslim. “Kebijaksanaan buka pintu lebar-lebar menjadikan Jerman berubah dan bermutasi menjadi negara yang asing,” kata Arthur Wagner kala itu.

Partai Alternative untuk Jerman ini, meledak namanya pada 2015 setelah mengeluarkan doktrin yang menyatakan bahwa Islam tidak pernah menjadi bagian dari Jerman. Manifesto politik dan pemilu AfD untuk tahun 2018 antara lain menyebutkan: “Sikap keras dan ortodoks dari Islam yang tidak menghormati hukum kami, juga yang menyebutkan hanya satu agama yang sah di muka bumi, tidak sesuai dengan kehidupan kebudayaan dan sistem hukum Jerman.”

AfD memenangkan kursi parlemen pertamanya pemilihan umum 2017. AfD menduduki peringkat ketiga di bawah CDU/CSU dan SPD dengan perolehan 12,6 persen suara.