Puisi Jawaban untuk Puisi Sukmawati

Ngelmu.co – Puisi Sukmawati yang kontroversial tersebut, kini mendapatkan jawabannya. Puisi jawaban dari puisi Sukmawati tersebut ditulis oleh salah seorang netizen yang bernama Dian Triasmaya Pamudji.

Berikut bunyi dari puisi jawabann yang diciptakan Dian atas puisi yang dibuat Sukmawati:

Untukmu Ibu Pertiwi

Dian Triasmaya Pamudji
(jawaban untuk puisi Sukmawati)

Ibu Pertiwi, ibuku tercinta
Rasanya hati ini menangis
Saat salah seorang anak proklamator negeri ini
Membuat puisi yang bisa membuat anak2mu saling bertikai
Mencoretkan penanya untuk menghujat
Melecehkan syariat dari ajaran agama Yang menjadi mayoritas negeri ini

Ibu
Anak2mu selama ini hidup dalam damai
Dengan 1001 perbedaan yang ada
Saling menghargai
Saling mencintai
Saling menjaga
Dalam kebhinekaan yang ada

Ibu
Pakaian muslimah yang kami kenakan
Itu adalah kewajiban kami
Mungkin mereka yang tidak paham
Akan mengolok oloknya dan membandingkan dengan konde dan kebaya yang menjadi pakaian tradisional negeri ini

Dan pakaian muslim yang kami kenakan
Bukan berarti kami memudarkan pandangan akan kebudayaan negeri ini
Karena pakaian muslim ini
Adalah perintah Rabb kami
Bukan adat suatu bangsa
Yang selalu mereka kira mengikuti peradaban arab
Sementara pakaian terbuka yang dikenakan
Yang jelas mengikuti peradaban eropah
Kenapa tidak pula dikomentari

Dan bukankah di ujung timur negeri ini
Saudara kita masih ada yang setengah telanjang
Dan itupun pakaian tradisional mereka
Tapi bukan suatu yang mustahil
Kalau kita mengajak mereka untuk lebih beradab
Bukannya membiarkan sesuatu yang bisa diperbaiki kita abaikan
Demi suatu yang namanya tradisional
Bukankah dulu manusia juga hidup tanpa baju
Dan peradaban membawanya menjadi lebih beradab

Ibu
Katakan pada anak sang proklamator itu
Suara kidung ibu pertiwi memang sangatlah merdu
Tapi itu bukanlah hal yang harus dibandingkan dengan suara azan
Kidung adalah kidung
Dan suara azan adalah panggilan bagi kami Kaum muslimin untuk menyegerakan sholat
Bersujud pada illahi
Pencipta alam semesta ini

Ibu
Tolong katakan pada anak sang proklamator tersebut
Agar berhentilah berbicara ngawur dan kacau
Jangan pernah mengecilkan apa yang agama kami syariatkan
Karena kami juga tidak perduli dengan apa yang dia lakukan
Dia katakan Syariat islam dia tidak tau
Dan kamipun tidak tau apa agamanya
Tapi ketidaktauannya akan syariat agama kami
Tidaklah perlu dia komentari
Seperti halnya kami
Tidak mengomentari apa yang agamanya perintahkan padanya

Ibu
Dia memang anak proklamator
Tapi negeri ini bukanlah milik dia
Negeri ini milik semua rakyat Indonesia
Yang memiliki banyak perbedaan suku dan agama
Yang selama ini bisa dan selalu hidup dengan damai
Yang saling menghormati perbedaan yang ada

Ibu
Maafkan anak anakmu
Yang selalu membuatmu menangis
Dan seandainya sang proklamator masih ada
Niscaya diapun akan bersedih
Atas apa yang dikatakan anaknya
Negeri ini merdeka dengan kebhinekaannya
Dan semoga tetap merdeka dengan keindahan perbedaan yang ada

#JanganMengusikKalauTidakInginDiUsik

#NegeriIniMilikKitaBersamaDenganKebhinekaanYangAda

2 April 2018

~dtp~

***
Puisi Sukmawati

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surga

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya