Supermarket Kuwait Tarik Produk India Gegara Nupur Sharma Hina Nabi Muhammad

  • Bagikan
Supermarket Kuwait India

Ngelmu.co – Supermarket di Kuwait, ‘merapikan’ tiap rak yang mereka punya dengan menarik berbagai produk impor asal India.

Gerakan ini adalah bagian dari memuncaknya kemarahan di kawasan Timur Tengah, terhadap Nupur Sharma.

Pasalnya, pernyataan wanita yang juga juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP), itu telah menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Sekilas informasi, BJP adalah partai yang berkuasa di India, sekaligus menaungi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.

Kembali ke Kuwait.

Mengutip AFP, para pekerja ‘Al-Ardiya Co-Operative Society’, tampak menumpuk produk-produk asal India, seperti teh, ke dalam troli.

Keputusan itu mereka ambil, sebagai bentuk protes atas komentar kontroversial Sharma, yang jelas bernada Islamofobia.

Suara negara Arab lainnya, termasuk Arab Saudi dan Qatar, hingga Universitas Al-Azhar yang berpengaruh di Mesir, juga telah terdengar.

Mereka mengecam keras pernyataan kontroversial Sharma, yang terlontar saat berdebat di televisi lokal India, pekan lalu.

Akibatnya, BJP memang menskors yang bersangkutan dari partai. Namun, itu tidak cukup.

Ada juga supermarket yang berlokasi di luar ibu kota Kuwait City.

Pihaknya menutupi karung-karung beras dan rak-rak berisi produk rempah-rempah serta cabai asal India, dengan selembar plastik.

Pada penutup plastik itu terdapat tulisan dalam bahasa Arab, berbunyi, “Kami telah memindahkan produk-produk India”.

“Kami, sebagai warga muslim Kuwait, tidak menerima penghinaan terhadap Nabi (Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Demikian tegas Nasser Al-Mutairi, selaku CEO supermarket tersebut.

Baca Juga:

Seorang pejabat pada jaringan supermarket setempat juga menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan boikot secara luas.

Di India sendiri, pernyataan kontroversial Sharma tentang Rasulullah, telah memicu kerusuhan.

Di Kanpur, Uttar Pradesh, misalnya. Warga terus meneriakkan seruan, meminta kepada pihak berwenang untuk menangkap Sharma.

Sementara BJP, menyebut pernyataan kontroversial Sharma, bertentangan dengan posisi partai dalam berbagai isu, sekaligus melanggar konstitusi partai.

Sekretaris Jenderal BJP Arun Singh, bahkan mengeklaim, pihaknya sangat menentang ideologi yang menghina atau merendahkan sekte dan agama apa pun.

“Partai Bharatiya Janata, menghormati semua agama,” sebutnya, dalam sebuah pernyataan.

Sharma memang telah menyampaikan permohonan maaf, sekaligus mencabut pernyataan kontroversialnya.

“Saya menarik kembali kata-kata saya, jika itu menyakiti sentimen agama siapa pun.”

Namun, lagi-lagi, itu tidak cukup!

  • Bagikan