TNI AD: Video Tentang Pengusiran Biksu di Desa Babat Adalah Bohong!

Diposting pada 30 views

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu (10/2/2018), ada video yang beredar viral di media sosial yang berisi tindakan pengusiran oleh salah satu Ormas Islam terhadap salah satu tokoh agama tertentu di Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Penyebaran video tersebut menunjukan bahwa adanya upaya dari pihak-pihak tertentu yang menginginkan kegaduhan dengan merusak nilai-nilai toleransi antar umat beragama.

Adapun kejadian sebenarnya hanya merupakan kesalahpahaman dan sudah diselesaikan secara damai dalam pertemuan pada Rabu (7/2/2018) yang dihadiri seluruh instansi terkait seperti dari Polsek, Koramil, Kecamatan, Kelurahan, MUI, para tokoh berbagai agama termasuk pihak yang berselisih paham. Sampai saat ini, aparat TNI dan Polri terus memantau situasi di Desa Babat. Kondisi saat ini dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Berita tentang pengusiran tokoh agama (Biksu) tidak benar terjadi, bohong. Biksu tersebut tetap berada dan tinggal di rumahnya seperti biasa. Kecurigaan warga terhadap rumah Biksu yang diduga dijadikan sebagai tempat ibadah dan adanya upaya tersembunyi untuk menyebarkan agama Budha adalah juga tidak benar alias berita bohong. Adanya tamu yang datang ke rumah Biksu hanyalah dalam rangka kegiatan silaturahmi biasa saja seperti makan dan minum dan meminta doa dari sang Biksu.

Danrem 052/Wkr, Kol inf Iwan Setiawan, menyatakan video provokasi tersebut muncul setelah adanya kesepakatan damai di antara para pihak yang berselisih paham. Oleh karena itu tidak perlu diramaikan lagi. Hal tersebut dikarenakan faktanya di Desa Babat tersebut tidak terjadi pengusiran terhadap Biksu dan beliau tetap tinggal damai bersama warga lainnya.

“Saya kenyataannya masih bisa dan diterima tinggal di Desa Babat, masyarakat Budha jangan terprovokasi dengan video tersebut,” jelas Mulyanto Nurhalim, seperti yang dilansir oleh TNI AD.

Sementara itu H. Sukron Ma’amun, Kepala Desa Babat, menjamin keselamatan Mulyanto Nurhalim untuk tinggal di Desa Babat.

“Video itu hanya membikin resah, karena kita hanya salah paham dan semua sudah diselesaikan dengan baik,” tegas Sukron, seperti yang dilansir oleh TNI AD.