Berita  

Baru Sehari Diresmikan, Warga Kecewa Jembatan Kemayoran Ambruk

Ngelmu.co – Warga mengaku kecewa, karena sehari setelah diresmikan, salah satu jembatan di Utan Kemayoran ambruk. Peristiwa ini terjadi pada Ahad (22/12), di mana badan jembatan tersebut masuk ke air danau.

Titin Supartini salah satunya. Bersama dua anaknya, ia yang datang dari Jakarta Barat menggunakan sepeda motor, awalnya berencana liburan di Utan Kota Kemayoran.

“Iya nih, mau ngajak anak-anak liburan,” tuturnya, di Jalan Benyamin Sueb Blok D-2, Kemayoran, Jakarta Pusat, seperti dilansir Detik, Selasa (24/12).

Namun, ia mengaku tak mengetahui soal ambruknya jembatan lengkung di Utan Kemayoran itu.

“Saya kemarin lihat di TV baru dibuka, makanya ngajak anak-anak ke sini, daripada main HP ‘kan di rumah, ‘kan di TV ada permainannya. Permainan apa tuh namanya, ya yoyo gitu, yang panjat-panjat,” sambung Titin.

Sayangnya, niat liburan itu harus batal, karena petugas keamanan di kawasan menjelaskan, destinasi liburan masih ditutup sementara.

“Belum bisa dibuka, Bu. Mohon maaf,” kata petugas keamanan ke Titin.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menyatakan tak bertanggung jawab atas ambruknya jembatan lengkung itu.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah.

Ia mengatakan, kerusakan jembatan merupakan tanggung jawab Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelola Komplek (PPK) Kemayoran.

“Itu bukan merupakan pekerjaan Pemprov DKI Jakarta. Itu pekerjaan PPK Kemayoran. Ya kita berharap segera-lah diatasi,” ujar Saefullah, usai mengikuti HUT Hari Ibu, di Silang Monas Selatan, seperti dilansir CNN, Senin (23/12).

Baca Juga: Jajal Tol Layang Japek II, Netizen: Serasa Off Road

Sementara dilansir pers rilis, Humas PPK Kemayoran menegaskan, tak ada korban dari kecelakaan tersebut.

Pihaknya juga menyampaikan keprihatinan atas ambruknya jembatan lengkung.

“Namun, demikian kami masih bersyukur, bahwa dalam peristiwa tersebut, tidak ada masyarakat yang menjadi korban,” begitu kutipan dalam pernyataan tertulis, yang dibagikan pada Ahad (22/12).

Jembatan berbentuk melengkung yang berada di atas permukaan air, dengan lahan seluas 22,3 hektar itu, ambruk setelah diresmikan sehari sebelumnya.

PPK Kemayoran merupakan salah satu badan yang berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara, membuat Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama pun buka suara.

Ia mengatakan, bahwa pengerjaan jembatan lengkung itu memang belum selesai, dan belum berfungsi untuk dilewati pengunjung.

“Itu belum selesai si memang (pekerjaannya). Belum difungsikan. Belum dibayar juga itu,” kata Setya, Senin (23/12).

Pengerjaan jembatan lengkung yang ambruk itu, menurutnya, bisa dilakukan kembali, tetapi tak menutup kemungkinan, pengerjaan juga akan di-setop, dan kontraktor mengembalikan uang yang sudah dibayarkan.

“Bisa dikerjakan ulang atau dihentikan, dia membayar kembali ke negara,” lanjut Setya.

Kawasan ruang terbuka hijau itu memang baru diresmikan, Sabtu (21/12), oleh Direktur Utama PPK Kemayoran, Medi Kristianto.

Di kesempatan itu, ia mengatakan, Utan Kemayoran mengusung konsep ‘Three Wonderfull Journey’, dan masih gratis, dibuka untuk umum.

“Hari ini dibuka Utan Kemayoran, diharapkan besok sudah bisa diakses masyarakat, terutama di Utara Jakarta, ‘free’ bebas biaya, tanpa dipungut biaya, silakan beraktivitas di sini,” kata Medi.