Dalam Sehari Korban Meninggal Dunia di Italia Mencapai 800 Orang

  • Bagikan
Dalam Sehari Korban Meninggal Dunia di Italia Mencapai 800 Orang

Ngelmu.co – Korban meninggal dunia akibat infeksi virus Corona SARS-COV-2 di Italia semakin meningkat. Dikabarkan pada Sabtu (21/3/2020) kemarin, sebanyak 800 orang meninggal dunia.

Dalam Sehari Korban Meninggal Dunia di Italia Mencapai 800 Orang

Angka Kematian yang Meningkat

Angka tersebut, menunjukkan jumlah korban di Italia mencapai 4.825 atau 38,3% dari total kematian akibat Corona di dunia.

Saat ini, total jumlah kematian di negeri Mediterania itu, sudah melebihi China, negara yang menjadi awal pandemi virus Corona, juga Iran.

Kendati demikian, para ahli kesehatan masih meragukan tranpransi Iran dan berpekulasi angka kematian negara itu mungkin sebenarnya lebih tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Worldometers, Italia memiliki lebih dari 53 ribu kasus Corona. 4.825 diantaranya meninggal dunia dan 6 ribu lainnya dikabarkan sudah kembali sehat.

Korban meninggal dunia yang semakin melonjak ini, mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Italia.

Terlebih, ketika seorang pensiunan pekerja bangunan di negara tersebut menjadi orang pertama yang meninggal di Eropa pada sebulan lalu.

Maka dari itu, Kepala Institut Kesehatan Italia, Silvio Brusaferro mengimbau kepada para penduduk, yang memang sudah lansia untuk tetap tinggal di dalam rumah sepanjang hari. Sebab, rata-rata usia penduduk korban meninggal di Italia ada di angka 78,5.

“Jika Anda tidak mengikuti segala aturan (pemerintah), maka Anda membuat segalanya makin sulit,” jelas ahli medis ternama di Italia, seperti dikutip AFP.

“Jika Anda menuruti, maka kita bisa membuat wabah ini melambat.”

Italia Memperketat Pengawasan

Dilansir dari CNNIndonesia, Pemerintah Italia pun akhirnya memperketat pengawasan terhadap orang-orang yang berkeliaran di luar rumah.

Bagi siapapun yang masih ada di luar rumah tanpa alasan, Polisi Roma pun akan mengecek dokumennya dan memberikan denda.

Mereka yang hendak berbelanja diminta berbaris di depan pintu toko. Hal ini dilakukan untuk menjaga jumlah orang yang ada di dalam toko tidak terlalu banyak dalam satu waktu.

Tak hanya itu, mereka yang melakukan lari pagi diminta untuk mengurangi putaran dan waktu mereka berada di luar ruangan.

Selain itu mereka yang berjalan-jalan akan didenda jika mereka melanggar aturan. Sebab, mereka dilarang untuk berjalan-jalan di taman atau berhenti di tempat bersejarah untuk mengabadikan kota tanpa manusia itu.

Pemerintah Italia meyakini, bahwa dengan adanya pengawasan yang diperketat dan denda akan berhasil membuat masyarakat tidak keluar tanpa alasan.

Baca Juga: Jangan Sampai Kita Kewalahan Seperti Italia karena Telanjur Menyepelekan Keadaan

Meski ia pun tahu, jika kebijakan ini akan berdampak pada terpuruknya ekonomi Italia dalam jangka pendek.

Perlu diketahui, angka kematian di Italia terus bertambah secara eksponensial tiap pekan. Kematian akibat Covid-19 di negara itu seakan terus memecahkan rekor baru.

Di Lombardy, wilayah yang terkena dampak terburuk Covid-19 rencananya bakal diberlakukan aturan yang lebih ketat. Mulai Minggu (22/3), warga akan dilarang melakukan lari dan kegiatan luar ruang lain.

  • Bagikan