Pengertian Organisasi: Ciri, Unsur, Manfaat, dan Pentingnya Organisasi

  • Bagikan
Pengertian Organisasi
Sumber Gambar: medium.com

Ngelmu.co – Pengertian organisasi adalah suatu kelompok orang yang bekerja sama untuk tujuan bersama. Sedangkan secara rinci, pengertian organisasi adalah sebagai tempat atau wadah untuk orang berkumpul dan berkerja sama.

Pengertian Organisasi

Secara rasional, sistematis, terencana, terpimpin, dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya baik uang, metode, material, lingkungan, sarana-prasarana, data, dan lainnya; yang digunakan secara efisen—efektif—guna mencapai tujuan organisasi.

Pengertian organisasi adalah suatu kelompok orang yang bekerja sama untuk tujuan bersama.

Pengertian Organisasi Menurut Definisi Para Ahli

Ditinjau dari pengertian organisasi yang beragam seperti pengertian organisasi secara umum dan luas, para ahli juga mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian organisasi antara lain sebagai berikut:

Stoner

Menurutnya pengertian organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan melalui mana orang-orang dibawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama

Stephen P Robbins

Menurut definisinya, pengertian organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

James D Mooney

Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Chester I Bernard

Menyatakan bahwa organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Drs H Malayu Hasibuan

Menurutnya pengertian organisasi adalah sebagai proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.

Max Weber

Menurut pendapatnya pengertian organisasi adalah suatu kerangka hubungan terstruktur yang didalmnya terdapat wewenang, dan tanggung jawab serta pembagian kerja menjalankan sesuatu fungsi tertentu.

Prof Dr Sondang P Siagian

Setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang saling bekerja sama serta terikat secara formal dalam rangka melakukan pencapaian tujuan yang sudah ditentukan dalam ikatan yang ada pada seseorang atau beberap orang yang dikenal sebagai atasan dan seorang atau kelompok orang yang dikenal sebagai bawahan

Paul Preston dan Thomas Zimmerer

Suatu kumpulan orang yang telah disusun dalam sebuah kelompok-kelompok yang saling bekerjasama dalam mencapai tujuan secara bersama.

Philip Slznic

Organisasi adalah suatu peraturan personil berguna dalam mempermudah dalam melakukan pencapaian dari beberapa tujuan yang sudah ditetapkan lewat alokasi tanggung jawab dan fungsi atau Through the allocation of functionss and responsibilites.

Thompson

Organisasi adalah suatu perpaduan antara anggota-anggota spesial yang sangat impersonal dan rasional yang saling bekerjasama (koperasi) dalam mencapai tujuan-tujuan yang spesifik yang sudah diumumkan.

Tujuan Organisasi

Setiap manusia memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda, hal tersebut menjadi sebab adanya tujuan dalam organisasi, dengan menyatukan kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda untuk menjadi kepentingan dan tujuan yang sama.

Tujuan organisasi berpengaruh dalam mengembangkan organisasi baik dalam perekrutan anggota, dan pencapaian apa yang ingin dilakukan dalam berjalannya organisasi tersebut.

Tujuan-tujuan organisasi antara lain sebagai berikut:

  • Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemandirian dan sumber daya yang dimilikinya dalam mencapai tujuan
  • Sebagai tempat mencapai tujuan dengan selektif dan efisien karena melakukan secara bersama-sama
  • Sebagai tempat mendapatkan jabatan dan pembagian kerja
  • Tempat mencari keuntungan bersama-sama
  • Sebagai tempat mengelola dalam lingkungan bersama-sama
  • Sebagai tempat mendapatkan penghargaan
  • Sebagai tempat dalam mendapatkan kekuasaan dan pengawasan
  • Sebagai tempat menambat pergaulan dan memanfaatkan waktu luang

Ciri-Ciri Organisasi

Mengacu pada tujuan dan pada pengertian organisasi yang ada diatas maka dapat kita mengambil beberapa ciri-ciri organisasi yang memiliki batasan yang sangat jelas dan gambaran mengenai bagaimana organisasi itu dan apa sebenarnya ciri-ciri dari organisasi dikatakan sebagai organisasi.

Kumpulan manusia

Organisasi dikatakan sebagai organisasi ketika memiliki anggota sebanyak dua atau lebih dari dua orang yang dapat berperilaku dalam organisasi untuk mencapai tujuan dengan sadar sesuai dengan tujuan organisasi.

Tujuan bersama

Tujuan bersama merupakan suatu ciri utama dalam organisasi yang membedakan dengan suatu kelompok.

Bahkan pada salah satu pengertian organisasi yang ada diatas telah menjelaskan bahwa tujuan organisasi mestinya disuarakan dan dipublikasikan oleh pemimpin ataukah orang yang diakui sebagai orang yang ditokohkan.

Namun, tidak dapat disangkali bahwa pada tiap anggota pastilah mempunyai beberapa tujuan pribadi yang tidak sama persis dengan para anggota lainnya, walaupun mereka telah berkumpul.

Akan tetapi dengan adanya tujuan organisasi maka setiap individu tersebut mesti melaksanakan tujuan organisasi tersebut.

Organisasi yang memiliki kekompakan ialah yang mempunyai tujuan yang sama dengan para anggotanya apalagi anggota mereka berada pada tataran bahwa.

Contohnya, pada suatu organisasi semisal perusahaan bisnis yang telah menghasilkan keuntungan dalam memperkaya diri mereka dan memberi penghidupan dan memberikan makan kepada para anggota.

Semua anggota jelas mempunyai tujuan yang sama sehingga akan terdorong terus untuk selalu bekerja sama.

Kerja sama

Organisasi mempunyai ciri-ciri seperti kerjasama. Tentunya tidak pantas jika pada suatu kumpulan manusia yang mempunyai tujuan yang sama itu tidak bekerja sama, hal ini akan membawa musibah kepada organisasi karena tentunya tidak adanya kerjasama dalam suatu organisasi maka organisasi tersebut akan hancur.

Aturan

Aturan umumnya terbentuk setelah organisasi tersebut sudah ada.

Adanya aturan ini merupakan suatu bentuk ciri dari organisasi formal yang memiliki tujuan dalam mengatur pada setiap anggota supaya kerjasama dapat terjalin secara efektif, efisien dan memiliki tanggung jawab dalam berorganisasi.

Aturan ini seringkali dinamakan sebagai konstitusi atau anggaran dasar.

Pembagian Tugas

Pada sebuah organisasi yang formal mengenai pembagian tugas sesuai dengan kemampuan dan kapasitas dari anggota, hal ini sangat penting untuk tercapainya tujuan organisasi dan dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan para anggota organisasi.

Berkat adanya pada pembagian tugas yang kemudian diatur dalam aturan atau konstitusi maka mau tidak mau, suka tidak suka maka orang-orang yang berada dalam organisasi tersebut mesti melakukan kerja sama.

Dengan beberapa aturan bersikap seperti profesional, memiliki loyalitas terhadap organisasi untuk tercapai tujuan organisasi dan menjaga eksistensi dalam sebuah organisasi.

Unsur-Unsur Organisasi

Setiap organisasi memiliki beragam unsur antara lain sebagai berikut :

Unsur-Unsur Organisasi Secara Umum
Man

Unsur utama pembentuk organisasi yang disebut sebagai personil atau anggota yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri atas unsur pimpinan (administrator) sebagai pemimpin tertinggi organisasi, para manajer pemimpin unit tertentu suatu kerja sesuai fungsinya dan para pekerja (workers).

Setiap hal tersebut merupakan kekuatan organisasi.

Kerja Sama

Unsur organisasi dimana setiap anggota atau personil melakukan perbuatan secara bersama-sama untuk tujuan bersama.

Tujuan Bersama

Sasaran yang ingin dicapai, diharapkan, baik dari prosedur, program, pola atau titik akhir dari pekerjaan organisasi tersebut.

Peralatan (Equipment)

Sarana dan prasarana yang berupa kelengkapan dari organisasi tersebut baik itu berupa bangunan (gedung, kantor), materi, uang, dan kelengkapan lainnya.

Lingkungan (Environment)

Unsur organisasi yang juga memiliki pengaruh. Faktor tersebut adalah ekonomi, sosial budaya, strategi, kebijaksanaan, anggaran, dan peraturan yang telah ditetapkan.

Kekayaan Alam

Termasuk dengan kekayaan alam adalah air, cuaca, keadaan iklim, flora dan fauna.

Kerangka/Kontruksi Mental Organisasi

Landasan dari organisasi yang berada pada visi organisasi tersebut dibuat.

Unsur-Unsur Organisasi Menurut Keith Davis
  1. Unsur Pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah
  2. Unsur Kedua, adanya sikap sukarela dalam membantu kelompok mencapai tujuan tertentu.
  3. Unsur Ketiga, unsur tanggung jawab merupakan rasa yang paling menonjol dalam menjadi anggota
Unsur-Unsur Dasar Organisasi
  1. Personil atau anggota
  2. Visi
  3. Misi
  4. Wewenang
  5. Struktur
  6. Hubungan
  7. Formalitas
  8. Sumber Energi
  9. Proses Kegiatan organisasi

Teori-Teori Organisasi

Terdapat macam-macam teori organisasi antara lain sebagai berikut :

Teori Organisasi Klasik

Teori Organisasi Klasik adalah teori yang memiliki konsep organisasi mulai dari tahun 1800 (abad 19) yang mendefinisikan organisasi adalah sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor lain ketika orang bekerja sama.

Teori klasik sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi serta pemberian petunjuk mekanistik struktural yang kaku dan tidak kreatif yang digambarkan oleh para teoritisi.

Teori Klasik disebut juga dengan teori tradisional. Teori klasik berkembang dalam 3 jenis aliran antara lain sebagai berikut:

  1. Teori Birokrasi, teori birokrasi dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya yang berjudul “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism
  2. Teori Administrasi, teori administrasi dikembangkan atas sumbangan dari Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooeny dan Reliey dari Amerika

Manajemen Ilmiah, teori ini dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor yang dimulai pada tahun 1900.

Teori Organisasi Neoklasik

Teori Organisasi Neoklasik adalah Teori yang menekankan pada pentingnya aspek psikologis dan sosial, baik sebagai individu dan kelompok dalam lingkungan kerja.

Teori Neoklasik adalah teori/aliran hubungan manusia (The Human Relation Movement). Dalam pembagian kerja, diperlukan hal-hal berikut yang telah dikemukakan teori neoklasik antara lain sebagai berikut:

  1. Partisipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan
  2. Perluasan kerja, yaitu sebagai kebalikan dari pola spesialisasi
  3. Manajemen bottom-up, yang akan memberikan kesempatan para junior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
Teori Organisasi Modern

Teori Organisasi modern adalah teori yang bersifat terbuka dimana semua unsur organisasi satu kesatuan yang saling ketergantungan.

Teori modern dipelopori oleh Herbert Simon yang ditandai dan dimulai disaat berakhirnya gerakan contingency.

Teori modern disebut juga sebagai analisa system pada organisasi yang merupakan aliran ketiga terbesar dalam teori organisasi dan manajemen.

Sistem terbuka yang dipelopori Katz dan Robert kahn dalam bukunya “the social psychology of organization”, yang menjelaskan dalam bukunya mengenai keunggulan sistem terbuka.

Struktur Organisasi

Pada umumnya, suatu organisasi formal mempunyai struktur yang jelas dan nyata yang tersusun atas pemimpin atau ketua, sekretaris, bendahara, ketua bidang dan anggota bidang.

Sementara untuk organisasi yang lebih gemuk dalam strukturnya menambahkan wakil pada setiap presidium seperti wakil ketua, wakil sekretaris, wakil bendahara, wakil ketua bidang.

Dalam struktur organisasi, memiliki nama struktur yang berbeda-beda tergantung dari kesepakatan orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut, karena terdapat nama struktur dalam sebuah organisasi di mana ketua bidang setara dengan koordinator bidang, tetapi semuanya memiliki kesamaan.

Kemudian, pada organisasi berbasis perusahaan tentunya memiliki struktur yang berbeda-beda seperti ada direktor komisaris, direktor, manajer, supervisor, konsultan, anggota dan yang lainya.

Pentingnya Organisasi

Dewasa ini, perkembangan dinamika sosial (masyarakat) yang semakin rumit hadir didalam masyarakat menuntut kepada setiap individu untuk bisa melakukan proses adaptasi agar tidak menjadi hambatan dalam mewujudkan tatanan masyarakat ideal

Hanya saja dalam mewujudkan tatanan masyarakat ideal perlu adanya kesatuan pahaman, namun di realitasnya ternyata setiap individu memiliki pandangan tersendiri mengenai tatanan yang ideal seperti apa yang mesti dilakukan dalam masyarakat.

Banyaknya individu seperti inilah yang akhirnya membuat pergolakan dalam masyarakat semakin rumit sehingga menimbulkan persengketaan yang berkepanjangan dalam ranah sosial.

Salah satu contohnya seseorang akan memberikan reaksi negatif terhadap individu lain ketika berbeda pandangan (idea) dan kelompok (organisasi), bisa kita lihat adanya tawuran antara pendukung kelompok A dan kelompok B.

Manfaat Organisasi

Mengikuti dan menjadi anggota dalam organisasi memiliki manfaat antara lain sebagai berikut :

  1. Tercapainya sebuah tujuan
  2. Melatih mental bicara di publik
  3. Mudah memecahkan masalah
  4. Melatih leadership
  5. Memperluas pergaulan
  6. Kuat dalam menghadapi tekanan
  7. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan
  8. Membentuk karakteristik dengan seseorang
  9. Mampu dalam mengatur waktu dengan baik
  10. Sebagai ajang dalam pembelajaran kerja yang sebenarnya

Baca Juga: Pengertian Implementasi Penjelasan dan Contoh Implementasi

Pengertian Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

Pengertian organisasi siswa intra sekolah (OSIS), perlu dipahami dengan baik oleh semua siswa.

Sebab, organisasi ini berada dan dibentuk di tingkat SMP dan SMA, dan menjadi wadah berkumpulnya para siswa; mencapai tujuan tertentu.

Memahami pengertian organisasi siswa intra sekolah lebih lanjut; organisasi ini terdiri dari susunan kepanitian.

Terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, hingga seksi-seksi lainnya.

Setiap jabatan dalam OSIS, memiliki tugas masing-masing, dengan masa kerja terbatas; satu tahun, dan akan diperbarui lagi.

Mengapa harus ada OSIS di sekolah? Demi mendorong berkembangnya kemampuan dan kreativitas para siswa.

OSIS juga dapat mencegah munculnya pengaruh negatif kepada siswa.

Pasalnya, dengan adanya OSIS, siswa dapat memiliki kegiatan positif; memaksimalkan kemampuan dan kreativitas mereka.

Pengertian Organisasi Internasional

Pengertian organisasi internasional—organization—adalah suatu proses atau aspek representatif dari suatu fase; di mana dalam proses tersebut telah dicapai dalam suatu waktu tertentu.

Hubungan Internasional antara pemerintah, kelompok individu, tidaklah bersifat acak, tetapi terorganisir.

Bentuk dari hubungan internasional itu merupakan institusi, yakni bentuk kolektif atau struktur dasar dari suatu organisasi sosial.

Dibentuk dasar hukum atau tradisi manusia; dapat berupa pertukaran, perdagangan, diplomasi, konferensi, atau organisasi internasional.

Pengertian organisasi internasional didefinisikan sebagai pola kerja sama yang melintasi batas-batas negara.

Dengan didasari struktur organisasi yang jelas dan lengkap, serta di-hadapkan—diproyeksikan—untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya.

Secara berkesinambungan dan berlembaga, demi mengupayakan tercapainya tujuan-tujuan yang diperlukan; disepakati bersama.

Baik antara pemerintah dengan pemerintah, pun antara sesama kelompok non-pemerintah; di negara berbeda.

Pada dasarnya, pengertian organisasi internasional memiliki arti sempit dan luas.

Dalam arti sempit, hanya mencakup organisasi internasional publik, sedangkan dalam arti luas, mencakup:

  • Organisasi publik
  • Organisasi privat
  • Organisasi regional
  • Organisasi subregional
  • Organisasi bersifat universal
  • Bagikan
ngelmu.co