Pilkada Jabar dan Klaim Kemenangan Ridwan Kamil yang Prematur

  • Bagikan

 

Pilkada Jabar 2018 belum usai. Sejauh mencermati hasil hitung cepat banyak lembaga survei, belum bisa dipastikan ada pemenangnya. Jika pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sudah mengklaim kemenangan, tampaknya terlalu prematur.

Setidaknya itu yang tersirat dari pernyataan Ade Armando, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Dia tidak bisa menyimpulkan pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum sebagai pemenang Pilkada Jabar hanya dari quick count.

“Kalau daerah lain saya pastikan hasil quick count sudah bisa diambil patokan. Khusus Jabar terlalu riskan bila memutuskan Ridwan Kamil yang menang karena selisihnya hanya 2,7 persen. Bila meperhitungkan margin eror 1,2 persen, maka selisihnya dengan Sudrajat hanya 0,2 persen,” ujarnya seperti dikutip JPNN.

Ade bahkan secara jelas menyebutkan bahwa bisa saja pasangan Sudrajat-Ahmad yang menang. Karena itu warga Jabar diminta untuk bersabar menunggu hasil perhitungan KPU.

Ade memang tak asal bicara. Sebagai peneliti sebuah lembaga survei ternama, dia memiliki basis data dan argumentasi akademik yang bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, semua lembaga survei yang mengadakan hitung cepat mencatat selisih kisaran 1-3 persen antara Rindu dan Asyik. Bahkan, ada dua lembaga survei yang memenangkan Asyik.

Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menempatkan Asyik di posisi teratas. Pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PAN ini disebut mengantongi 30,93 persen suara. Rindu di posisi kedua dengan mengantongi 30,41 persen suara.

Menurut Direktur LKPI Arifin Nur Cahyono, pihaknya melakukan hitung cepat dengan mengambil sample tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di desa-desa Jawa Barat.

“Jadi berbeda dengan lembaga lain yang terpantau hanya di kota-kota kabupaten dan kotamadya,” ujarnya.

Sementara hasil quick count IDM juga menempatkan Asyik pada posisi pemenang dengam 33,1 persen, di atas Rindu yang meraih 32,67 persen.

Hasil pilkada Jabar ini memang sangat mengejutkan. Suara Asyik melonjak berkali-kali lipat dari prediksi banyak lembaga survei. Sebelum pilkada, semua lembaga survei seperti kompak menyebut Asyik hanya akan mendapat kisaran 7-10 persen suara.

Tapi faktanya, berdasarkan hitung cepat, Asyik justru meraih hampir 30 persen suara. Tak heran jika banyak pihak yang tercengan. Dari mulai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono hingga pengamat politik Burhanudin Muhtadi.

“Mungkin bisa bertanya kepada pasangan Pak Sudrajat dan Pak Syaikhu, karena peningkatannya dibanding survei sebelumnya luar biasa. Tanyakan pada beliau, ‘pak strateginya apa, taktiknya apa?” kata SBY di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu 27 Juni 2018 sebagaimana dikutip dari Metro TV.

“Pilkada Jabar cukup mengejutkan. Pasangan Sudrajat dalam sebulan bisa naik suaranya dari prediksi sebelumnya 10 persen,” ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi seperti ditulis JPNN.

Melihat kondisi ini, semua pihak sudah sepatutnya menahan diri untuk tidak mendeklarasikan kemenangan karena memang belum ada pemenangnya. Menunggu hasil resmi penghitungan KPU adalah pilihan bijak dan rasional.

“Saya yakin peneliti di semua lembaga tidak bisa menarik kesimpulan Ridwan pemenangnya. Pilkada Jabar ini sangat mengejutkan dan unik,” ujar Ade Armando, peneliti SMRC.

 

Erwyn Kurniawan

Jurnalis

  • Bagikan