Polisi: Surat Terbuka Perjelas Motif Napoleon, Cari Perhatian dengan Alasan Bela Agama

  • Bagikan
Irjen Napoleon Bikin Kece Bonyok

Ngelmu.co – Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menilai, surat terbuka Irjen Napoleon Bonaparte, memperjelas motif yang bersangkutan menganiaya M Kece (Kasman).

“Justru surat terbuka itu memperjelas motif pelaku melakukan penganiayaan, karena ingin mencari perhatian, dengan alasan membela agama.”

Demikian tutur Andi, Senin, 20 September 2021, mengutip Detik.

Sebelumnya, Napoleon mengaku siap bertanggung jawab atas semua tindakannya terhadap tersangka penista agama, Kece.

Sebagai terpidana suap dan penghapusan red notice Djoko Tjandra, Napoleon, memang berada satu blok tahanan dengan Kece, di Rutan Bareskrim.

Menurut Andi, selain menganiaya Kece, Napoleon juga melumuri tubuh yang bersangkutan dengan kotoran.

“Wajah dan tubuh korban dilumuri dengan kotoran manusia oleh pelaku,” ungkap Andi, Ahad (19/9) kemarin.

Lebih lanjut, Bareskrim, akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka.

Walaupun kasus penganiayaan ini tengah dalam tahap penyidikan–dan kuat dugaan Napoleon, akan kembali menjadi tersangka–ia mengaku tak menyesal.

Melalui surat terbukanya, Napoleon, menyampaikan pernyataan tersebut dengan gamblang.

Berikut seutuhnya:

Saudara-saudaraku sebangsa dan se-Tanah Air,

Sebenarnya, saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua. Namun, saat ini, saya tidak dapat melakukannya.

Terkait simpang siurnya tentang penganiayaan terhadap Kace, dapat saya jelaskan sebagai berikut:

1. Alhamdulillah, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang Muslim, dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.

2. Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak dengan Allah-ku, Al-Qur’an, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan akidah Islam-ku.

Karenanya saya bersumpah, akan melakukan tindakan terukur apa pun, kepada siapa saja yang berani melakukannya.

3. Selain itu, perbuatan Kace dan beberapa orang tertentu, telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

4. Saya sangat menyayangkan, bahwa sampai saat ini, pemerintah belum juga menghapus semua konten di media yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu.

5. Akhirnya, saya akan mempertanggungjawabkan semua tindakan saya terhadap Kace, apa pun risikonya.

Semoga kita semua selalu berada dalam perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan hidup rukun sebagaimana yang ditauladani oleh para pendiri bangsa kita.

Jakarta, September 2021

Baca Juga:

Salah satu pengacara Napoleon, yakni Putri Maya Rumanti, telah mengonfirmasi surat terbuka itu.

“Iya, itu dari bapak,” tuturnya.

Namun, Andi menekankan, bahwa surat terbuka itu tidak akan mengganggu proses penyidikan.

Sebagai informasi, Kece, melaporkan Napoleon atas penganiayaan terhadapnya, pada 26 Agustus 2021 lalu.

Meski demikian, Napoleon, baru akan menjalani pemeriksaan pada Selasa (21/9) besok.

Menurut Andi, selain Napoleon, penyidik juga akan memeriksa sejumlah saksi lain.

Ia yang tak menyebut siapa saja saksi yang akan menjalani pemeriksaan bersama Napoleon, memastikan, gelar perkara berlangsung usai pemeriksaan.

Jika ditemukan cukup bukti, kata Andi, maka akan ada penetapan tersangka.

“Masih ada beberapa saksi yang akan diperiksa sebelum gelar penetapan tersangka,” pungkasnya.

  • Bagikan
ngelmu.co