Survei Litbang Kompas dan 8 Tanda ‘Alam’ Kekalahan Jokowi

  • Bagikan

 

 

Jelang pemilu yang kurang dari sebulan, Capres Petahana Jokowi tampaknya kian panik. Terutama setelah Litbang Kompas merilis hasil surveinya yang menunjukkan rendahnya angka elektabilitas, hanya kisaran 49%.

Berbagai pihak pun meyakini Jokowi akan kalah. Apalagi jika kita ingat dengan banyaknya tanda-tanda ‘alam’ kekalahan Jokowi. Berikut beberapa di antaranya:

Pertama, pada saat Deklarasi Damai untuk Pemilu 2019, semua pimpinan partai diberikan satu ekor burung merpati termasuk dua pasangan capres dan cawapres. Saat burung yang lain terbang bebas, burung yang dilepas cawapres KH. Ma’ruf Amin malah terjun bebas, jatuh tersungkur mencium alas panggung acara deklarasi.

Kedua, saat pengambilan bola untuk menetapkan urutan pengambilan nomor capres, dari sepuluh bola yang dipilih bersamaan, Sandi Uno mendapatkan bola bernomor satu (pertama) dan KH. Ma’ruf Amin dapat bola bernomor sepuluh (terakhir), padahal ada sepuluh bola.

Ketiga, saat Prabowo mengambil nomor capres, yang diambil ternyata nomor 2 dan Jokowi nomor 1, terbalik dari Pilpres 2014. Yang unik selama ada tiga kontestasi pilpres langsung semua nomor genap yang jadi pemenang kontestasi.

Keempat, ijtima ulama ke-2 sudah merekomendasikan capres yang akan dipilih. Apa yang unik: ijtima ke-2 ternyata untuk capres no 2. Hal lain hasil ijtima ulama ke-2 meminta Prabowo menandatangani 17 point pakta integritas untuk syarat jika ingin dipilih ulama, yang unik jika dijumlahkan angka 17 menjadi 8 artinya hasil ijtima ulama untuk Presiden RI ke-8, belum lagi tanggal lahir Prabowo adalah 17.

Kelima, saat pemilihan nomor urut partai politik, ternyata Partai Gerindra mendapatkan nomor 2, PAN nomor 12 dan PKS nomor 8. Uniknya, alumni 212 menterjemahkan semua nomor partai pengusung utama tersebut menjadi 212 untuk RI ke-8.

Keenam, ada papan reklame berfoto Jokowi di Bekasi yang ditabrak oleh pengemudi truk yang menewaskan pengemudi motor.

Ketujuh, saat kunjungan Presiden Jokowi di Pandeglang, Banten, di tengah terik matahari tiba-tiba halilintar menggelegar dan mengangetkan rombongan presiden dan masyarakat yang hadir.

Kedelapan, Asian Games dimulai dengan diadakan roadshow api Asian Games yang berkeliling Indonesia dan diterima oleh setiap kepala daerah yang dikunjungi, tapi pada saat Kepala Negara menerima estapet obor yang membawa api Asian Games tersebut padam.

 

 

  • Bagikan
ngelmu.co