Survei Litbang Kompas dan Pesan Penting PKS untuk Prabowo-Sandi

Diposting pada 1.419 views

 

Jika cermat memelototi hasil survei Litbang Kompas yang mengguncang panggung politik, sebenarnya bukan cuma anjloknya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang menarik. Tapi juga soal dukungan konstituen partai terhadap capres-cawapres.

Mari kita lihat data berikut ini:

Gerindra
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 6,2%
02. Prabowo-Sandiaga 92,4%
Rahasia 1,4%

PKS
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 12,4%
02. Prabowo-Sandiaga 85,4%
Rahasia 2,2%

Demokrat
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 31,5%
02. Prabowo-Sandiaga 66,3%
Rahasia 2,2%

PAN
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 35,1%
02. Prabowo-Sandiaga 63,2%
Rahasia 1,7%

PDIP
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 95%
02. Prabowo-Sandiaga 3%
Rahasia 2%

NasDem
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 80,8%
02. Prabowo-Sandiaga 15,4%
Rahasia 3,8%

PKB
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 65,4%
02. Prabowo-Sandiaga 30,1%
Rahasia 4,5%

PPP
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 66,7%
02. Prabowo-Sandiaga 27,8%
Rahasia 5,5%

Golkar
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 55,1%
02. Prabowo-Sandiaga 41,7%
Rahasia 3,2%

Apa yang menarik dari paparan data di atas?

Hanya tiga partai yang memiliki dukungan 85% ke atas terhadap capres-cawapres yang didukungnya. Ketiganya yakni PDIP, Gerindra dan PKS. Diluar itu, angkanya dibawah 80%, bahkan ada hampir terbelah dua secara merata.

Lebih dari 85% kader dan pendukung PKS memilih Prabowo-Sandi patut dicermati. Tak ada kader partai dakwah itu sebagai capres-cawapres. Namun persentase dukungannya sangat tinggi.

Berbeda dengan PDIP dan Gerindra. Normal jika angka dukungan keduanya tinggi karena capres-cawapresnya kader dan ‘petugas partai’ mereka. Kedekatan kader dan pendukungnya jadi rasional sehingga mereka setia.

Tapi mengapa PKS juga setia kepada Prabowo-Sandi? Padahal PKS kerap dibuat kecewa. Mulai dari tidak dipilihnya Habib Salim Segaf Aljufri sebagai cawapres meski sudah direkomendasikan ijtima’ ulama hingga alotnya pengajuan nama kandidat wagub DKI pengganti Sandiaga.

Agaknya paparan hasil penelitian Burhanuddin Muhtadi pada 2013 soal Party ID (kedekatan antara partai dan konstituennya), bisa jadi salah satu jawabannya. Pengamat politik itu meneliti perilaku politik uang massa partai pada September-Oktober 2013.

Kesimpulannya: kecenderungan menerima politik uang tertinggi massa PKB (47 persen). Terendah, massa pemilih PKS (36 persen).

Dibawah PKB, berturut-turut massa partai yang cenderung menerima politik uang adalah PDIP (46%), Nasdem (46%), Gerindra (46%), PPP (43%), Hanura (42%), Demokrat (39%), Golkar (39%), dan PAN (38%).

Party ID adalah kedekatan psikologis dan emosional antara partai dan konstituennya. Semakin rendah skor, maka kian dekat. Dan politik uang tak akan berpengaruh.

Jadi, apapun serangan terhadap kader PKS untuk tidak memilih 02, kader PKS akan tetap loyal mengikuti arahan pimpinannya. Uang, kaos, jilbab dan souvenir tak mempan mengubah pilihan mereka.

Fakta ini sekaligus jadi sebuah pesan penting untuk Prabowo-Sandi. Bahwa PKS terbukti kesetiaan, loyalitas, komitmen dan kontribusinya bagi pemenangan 02. Syarat-syarat yang sangat dibutuhkan mengawal Prabowo-Sandi saat kelak menang pemilu dan memimpin negeri ini.

Persis lirik sebuah lagu:

Selama ini ku mencari-cari teman yang sejati

Buat menemani perjuangan suci

Bersyukur kini padaMu Ilahi

Teman yang dicari selama ini telah kutemui

 

Erwyn Kurniawan

Presiden Reli