JK: Jangan Jadikan Masjid Sebagai Tempat Pertentangan Politik Jemaah

Diposting pada 188 views

Ngelmu.co – Senin (20/5), usai menggelar buka puasa bersama para Majelis Ulama Indonesia, Dewan Masjid dan Pemuka Agama Islam di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pesan. Ia berharap, masjid tidak dijadikan tempat berpolitik, agar gunanya sebagai tempat ibadah bisa maksimal.

“Harapan saya, masjid bagaimana menjaga keamanan. Akhir-akhir ini isu-isu dalam dua hari ini tampaknya, dan saya harapkan masjid tidak dimanfaatkan untuk mempertentangkan, menjadi dampak pertentangan politik di antara jemaahnya,” ujar JK, seperti dilansir dari Detik.

“Tapi kita tentu menyampaikan masjid untuk ibadah dan kemakmuran bangsa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menceritakan jika JK kecil memiliki memori terhadap masjid. Ia punya pengalaman mengesankan saat sedang menjalankan ibadah shalat di masjid. Maka, ia ingin masjid bisa menjadi lokasi yang ramah anak.

“Saya masih ingat waktu saya kecil, di kampung saya di Bone. Tarawih kita ketawa-ketawa dengan teman. Saya seumur SD. Datanglah bilal marah, mutar-mutar kuping saya, diusir, disuruh keluar, jangan di dalam. Ini suatu ingatan yang tak pernah saya lupakan,” ungkapnya.

JK juga berpesan kepada pengurus masjid, agar bisa mengembalikan fungsi masjid sebagaimana mestinya.

“Karena itulah kita kembalikan itu fungsinya, bagaimana baiknya jika menjaga juga kemajuan dan keamanan negeri ini,” tutur Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Namun, di akhir pembicaraannya, ia mengingatkan jika tempat ibadah memang bukan hanya untuk membicarakan tentang keagamaan. Maka, ia ingin masjid juga bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat, salah satunya dengan mendorong masyarakat untuk berdagang di masjid.

“Seperti kita ketahui justru di Indonesia ini dalam sejarahnya, gerakan perjuangan Islam ini yang pertama itu gerakan ekonomi. Serikat Islam, jadi lebih ke mulai serikat dagang Islam. Jadi semuanya pengembangan ekonomi basis masjid itu juga sejak dulu,” jelasnya.

Sementara itu, acara buka puasa bersama digelar seraya launching ‘Sejuta Masjid Ramah Anak’ atau Semarak DMI.

Sejumlah tokoh seperti Prof Quraisy Shihab, Azyumardi Azra, dan beberapa menteri antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri PANRB Syafruddin yang juga Wakil Ketua DMI, pun terlihat hadir malam itu.