Presiden PKS Sebut Kecurangan Surat Suara Sebagai Demokrasi Kriminal

  • Bagikan

Ngelmu.co – Penemuan surat suara yang sudah tercoblos di Selangor, Malaysia, sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) dilaksanakan, jelas mengundang perspektif dari berbagai pihak. Salah satunya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman. Melalui akun twitter resmi miliknya, @msi_sohibuliman, Jum’at (12/04), ia ikut memberikan penilaian terhadap kasus ini. Sohibul menyebut ‘kecurangan’ surat suara ini sebagai demokrasi kriminal.

“Ingin anggap berita tentang kertas suara tercoblos di Malaysia itu hoax. Tapi saat jadi Caleg dari Dapil DKI 2 (2009-2014), saya tahu ada permainan itu. Bayangkan, ada Caleg yang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kuala Lumpur (KL) minim suaranya, tapi di Sabah dan Serawak, dapat suara via dropped box hampir 100%. Dahsyat. Demokrasi kriminal,” tulis Sohibul Iman.

Sebelumnya, ia juga pernah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses, serta menciptakan suasana Pemilu yang Luber dan Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil).

“Kita tuntut pelaksanaan pemilu yang Luber dan Jurdil, kita tunjukkan demokrasi yang penuh persaudaan dan kegembiraan,” tandasnya.

Bagi Sohibul, ‘pertandingan’ yang paling seru adalah ketika sosok yang bertanding bisa memperjuangkan kemenangan, tanpa terkurung dalam perasaan takut kalah. Sebab, jika perasaan takut kalah sudah menguasai, maka bukan tak mungkin orang tersebut akan menghalalkan segala cara agar impiannya bisa terwujud.

“Bertanding itu paling enak ketika kita punya keinginan kuat menang, tapi bersamaan dengan itu kuat juga perasaan nothing to lose. (Dan) yang paling gak enak jika sebaliknya, ambisi besar untuk menang sambil takut banget kalah, karena terbayang ini itu selepas kompetisi, jadinya halalkan segala cara,” jelas Sohibul.

  • Bagikan
ngelmu.co