Soal ‘Penumpang Gelap’, Gerindra Pastikan Bukan PA 212

Diposting pada 313 views

Ngelmu.co – Partai Gerindra menyebut ada ‘penumpang gelap’ di belakang Prabowo Subianto sejak gelaran Pilpres 2019. Kabar ini, datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dalam pemaparan survei Cyrus Network di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jum’at (9/8/2019). Namun, pihak Gerindra Pastikan bukan PA 212 yang menjadi ‘penumpang gelap’, melainkan dari eksternal koalisi yang mencoba memanfaatkan Prabowo untuk kepentingan mereka.

“Saya nggak bilang (penumpang gelap) di koalisi 02, penumpang gelap bukan di koalisi 02. (eksternal koalisi) iya, dan bukan PA 212, bukan ulama-ulama tercinta itu, bukan,” ujar Dasco.

Gerindra Pastikan Bukan PA 212

Dasco pun mengamini pernyataan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, yang menyebut ‘penumpang gelap’ itu bukan berasal dari kalangan PA 212. Dasco mengatakan Prabowo adalah sosok yang cinta dengan para ulama.

“Ya memang apa yang disampaikan PA 212 memang bukan, PA 212 kan juga banyak yang ya alumni 212 dan tentu para ulamanya, saya kan sudah bilang ada yang bilang harus yang dikorbankan emak-emak, ulama, kan Pak Prabowo nggak mau, kan Pak Prabowo cinta sama emak-emak dan ulama kan. Memang bukan mereka, memang bukan, klir,” tegasnya.

Anggota Dewan Pembina Gerindra Habiburaokhman juga menjelaskan yang dimaksud dengan ‘penumpang gelap’ itu bukanlah ulama. Karena, si ‘penumpang gelap’ itu yang ingin mengorbankan emak-emak dan para ulama.

“Soal penumpang gelap yang dimaksud Pak Dasco, yang jelas bukan ulama atau emak-emak. Justru dua elemen itu yang berpotensi dikorbankan oleh si penumpang gelap,” kata Habiburokhman.

Habiburokhman menjelaskan saat aksi 21-22 Mei banyak orang-orang yang agresif di lapangan. Dia menyebut ada oknum yang kerap memprovokasi agar ada bentrokan.

su_box title=”Baca Juga” style=”glass”] Gerindra Tak Punya Niat Baik Berikan Kursi Wagub DKI kepada PKS
[/su_box]

“Info yang saya dapat memang saat aksi 21-22 mei banyak orang-orang tak dikenal yang terlihat sangat agresif di lapangan. Itulah makanya Pak Prabowo hindari aksi depan MK, karena khawatir makin banyak korban,” jelasnya.