Nenek Pincang dan Rumah Makan Gratis Menjadikan Adit “Orang Terkaya” di Indonesia

 

Ingin tahu siapa orang terkaya di Indonesia? Namanya Adit Prayoga ( 28 tahun ) Founder Rumah Makan gratis Ciangsana di Bogor, Jawa barat yang mampu memberi makanan gratis untuk ratusan orang setiap harinya.

Pria asal Palembang ini hidupnya sederhana. Bersama keluarganya di sebuah rumah kontrakan yang setiap hari memasak 200 porsi. Makan siang gratis buat masyarakat miskin maupun kaya yang mampir ke rumah makan gratis yang didirikan sejak 1,5 tahun lalu. Menu ikan, ayam, daging plus sayuran dan selalu berganti ganti setiap hari.

Bukan hanya itu, Adit Prayoga setiap hari Jum’at bersama timnya juga membagikan sembako kepada ratusan warga kurang mampu di sekitar Desa Ciangsana, Gunung Putri, Bogor.

Dari bisnisnya sebagai pedagang alat elektronik, hampir 70% keuntungan dia sedekahkan untuk menyediakan 200 porsi makanan gratis setiap hari kepada siapapun. Dan dari Agama apapun yang membutuhkan makan siang.

Bahkan Presiden ke-6 Indonesia 6, Susilo Bambang Yudhoyono beserta ibu Ani sempat mampir ke rumah makannya tahun lalu dan ikut makan siang

Ternyata Adit membangun rumah makan gratis tersebut berdasarkan pengalaman pilu yang dialaminya. Pada tayangan Hitam Putih, Rabu (19/12/2018), Adit berkisah.

Suatu hari dia Sholat Subuh di masjid. Selesai itu, Adit bergegas pulang tanpa ikut pengajian dengan berjalan kaki karena tidak memiliki motor. Adit bertemu seorang nenek yang usianya sudah tua sudah 92 tahun, jalannya pincang.

“Nek, nenek kok jalannya pincang-pincang?”, tanya Adit.

“Iya Jang, kaki saya sakit.”

“Boleh saya lihat Nek kakinya sakit kenapa?”, tanya Adit lagi.

“Begitu saya lihat, gelap. Kan waktu itu habis salat subuh jam 5 subuh. Saya ambil hp, saya senter, Masya Allah, ini kaki nenek ini bolong. Saya lihat ada ulat kecil-kecil gitu,” Adit terkejut.

Lalu Adit mengantar nenek tersebut pulang naik ojek online dengan bekal uang hanya Rp 20 ribu di kantongnya. Begitu tiba, ada seorang ibu menjemur pakaian.

“Bu mau nanya bu, ini saya tadi ketemu nenek-nenek di masjid jalannya pincang-pincang usianya udah tua bawa karung cari rongsok. Kenapa dalam keadaan sakit cari rongsok?,” tanya Adit.

“Itu nenek hidupnya sebatang kara, nggak punya suami dan nggak punya anak. Kalau misalkan nggak cari rongsok dia nggak bisa makan. Jadi walaupun dia dalam keadaan sakit itu masih mending mas, dia masih sehat itu cuma kakinya aja yang bolong,” jawa Si Ibu.

Lalu darimana Adit mendapatkan uang untuk menggratiskan rumah makannya? Adit bercerita bahwa dirinya memiliki usaha yaitu berjualan sabun. Selain itu ia juga membantu adiknya yang berjualan pakaian.

Sebelum menjalankan rumah makan gratis, Adit mengaku pendapatannya sangat sedikit. Bahkan ia juga pernah sama sekali tak memiliki uang untuk membayar kontrakan. Dari sisi kesehatan, Adit mengaku dulu dirinya sering sakit-sakitan. Setelah membangun rumah makan gratis ini dirinya mengaku diberi semakin diberi kesehatan oleh yang Kuasa.

Usahanya untuk membangun rumah makan gratis ini tentunya tak mudah. Keinginan Adit ini sempat ditentang oleh sang istri. Istrinya takut kalau Adit tak bisa konsisten untuk menjalankan hal tersebut. Namun, dengan segala keyakinan yang ada Adit tetap menjalankan keinginannya yang mulia itu. Saat pertama kali membuka rumah makan gratis, Adit hanya mampu menyediakan 50 porsi. Kini dirinya bisa menyediakan hingga ratusan porsi makanan gratis.

 

“Perumpamaan orang” yg mendermakan (Sedekah) harta bendanya di jalan Allah, seperti ( orang yg menanam ) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai ( cabang ) dan
tiap tiap untai terdapat seratus biji, dan Allah melipat gandakan ( balasan ) kepada orang yang dikehendaki, Allah Maha Luas( Anugerah-Nya) Lagi Maha Mengetahui.” Surah Al-Baqarah, Ayat 261 )