Bencinya pada Islam Jadi Cinta, Mantan Petinju Ini Bimbing Ribuan Warga Jerman Bersyahadat

  • Bagikan
Pierre Vogel Sholahuddin Abu Hamzah

Ngelmu.co – Semua berawal dari rasa bencinya kepada Islam yang berubah menjadi cinta. Mantan petinju Jerman, Pierre Vogel, justru memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.

Tak sekadar itu. Kisahnya berlanjut ketika pria 42 tahun yang kini bernama Sholahuddin Abu Hamzah itu membimbing ribuan warga negara Jerman, bersyahadat.

Berikut cerita selengkapnya:

[disampaikan oleh Ustaz Aan Candra Thalib, 31 Juli 2014 lalu]

Pagi itu, cuaca di Madinah masih terasa dingin. Seperti biasa, pagi di Masjid Nabawi, selalu disambut oleh ratusan merpati yang menanti bulir-bulir gandum dari jemaah umrah.

Saya sedang mencari hotel tempat Muhammad Hasbi Farouqi [sahabat yang menempuh pendidikan di Jerman] menginap.

Alhamdulillah, tak beberapa meter dari Masjid Nabawi, saya menemukannya.

Hari itu, beberapa kawan berkebangsaan Jerman, menemaninya. Mereka semua menyapa kami dengan hangat dan bersahabat.

“Marhaban ya, Akhi, kaifa haaluk?,” sapanya, dengan senyum yang khas.

“Bagaimana kabar dakwah di Jerman?,” tanya saya spontan.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” ujarnya, masih dengan senyuman.

Perbincangan kami berlanjut sembari sarapan pagi menuju hotel.

Di hotel, Hasbi, banyak cerita soal dakwah di Jerman, “Dakwah di Eropa, tidak mudah.”

“Di sana, masyarakatnya kritis. Namun, sekali engkau mematahkan argumen mereka, maka mereka akan mengikutimu,” sambung Hasbi.

Selama beberapa hari di Madinah, saya menyempatkan waktu untuk bincang-bincang ringan bersamanya, sekaligus menambah pengalaman.

Apalagi, Hasbi dikenal sebagai pribadi yang sangat ramah dan humoris, semuanya menyenangkan.

Pria kelahir 20 Juli 1978, Frechen, Pierre Vogel [Hamzah], menemani kedatangan Hasbi.

Ia adalah mantan petinju profesional dari klub Sauerland yang tidak terkalahkan.

Namun, pada 2001 silam, hidupnya berubah. Setelah Hamzah, menyatakan yakin memeluk Islam.

Ia, kemudian memperdalam studi Islam di Jerman, hingga berkesempatan belajar di Madina.

Hamzah yang dahulu sangat membenci Islam, kini justru semangat menjalani hidup sebagai pendakwah.

Atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, keseriusannya dalam berdakwah, banyak menjadikan masyarakat setempat memeluk hidayah.

Satu hal yang saya kagumi dari Hamzah, yakni kesungguhannya dalam mempelajari Islam.

Ia, bahkan menguasai bahasa Arab dengan baik, dan ke mana pun pergi, Hamzah selalu mendengarkan kajian, menggunakan iPod-nya.

Akhlak Hamzah, juga sangat mencerminkan pribadinya sebagai Muslim.

Baca Juga: Ingin Sholat dan Puasa, Bocah 9 Tahun Ini Izin ke sang Ibu untuk Jadi Mualaf

Ia bercerita, suatu hari di tahun 2011, saat sedang mempresentasikan Islam di hadapan rakyat Jerman [yang kebanyakan menganut agama Kristiani dan Komunis], tiba-tiba ada seseorang yang berteriak.

“Islam? Ajaran teroris, apakah masih laku?”

Mengutip Salam Dakwah, Hamzah pun tersenyum, dan memanggil yang bersangkutan untuk naik ke atas mimbar.

Di hadapan ribuan pengunjung saat itu, ia berkata dengan kalimat-kalimat yang membuat orang terperangah.

“Perang Dunia Pertama, 17 juta orang tewas, apakah disebabkan oleh orang Islam?”

“Perang Dunia Kedua, 50-55 juta tewas, apakah juga disebabkan oleh perbuatan orang Islam?”

“Di Nagasaki, bom atom menewaskan lebih dari 200 ribu orang, apakah disebabkan oleh orang Islam?”

“Perang di Vietnam, telah menyebabkan lebih dari 5 juta orang tewas, apakah pelakunya Muslim?”

“Lalu perang di Bosnia, Kosovo, yang menewaskan lebih dari 500 ribu orang, apakah pelakunya Muslim?”

“Perang di Iraq, juga telah menelan korban setidaknya 1,2 juta orang, apakah disebabkan oleh orang Islam?”

“Apakah Anda, masih berpikir bahwa Islam adalah masalah? Apakah Islam Teroris?”

Demikian pertanyaan demi pernyataan yang Hamzah layangkan dalam kesempatan itu.

“Siapa yang mau menjawab?,” lanjutnya.

“Seharusnya, kalian berpikir, kenapa Islam difitnah. Itu tandanya, ada sesuatu yang tersimpan di dalamnya.”

“Kalian bisa menciptakan produk terbaik untuk dunia ini. Apakah kalian tidak bisa memaksimalkan akal kalian untuk mencari kebenaran tersebut?”

Baca Juga: Berawal dari Cari-Cari Kesalahan Al-Qur’an, Wendy Justru Putuskan Masuk Islam

Hamzah pun mengutip ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

“Dan bila dikatakan kepada mereka: ‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi’. Mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan’,” (QS. Al Baqarah: 11).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya,” (HR. Muslim).

Alhamdulillah, setelah kejadian tersebut, ratusan hadirin telah mengucapkan syahadat, diikuti dengan pekikan takbir yang menggema.

Selanjutnya, tidak kurang dari ribuan warga Jerman, juga telah memeluk agama Islam, di bawah bimbingan Hamzah.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala, senantiasa menjaganya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ngelmu.co