Pada Satu Titik, Ketika Kezaliman Melampaui Batasnya

Diposting pada 188 views

Ngelmu.co – Pada suatu titik, ketika bandul kezaliman menyimpang, melampaui batasnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala punya cara untuk memberinya ayunan pembalik yang tak kalah dahsyat.

Adalah Abu Jahal, yang melecehkan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di depan khalayak, dengan hinaan, cercaan, dan kutuk yang angkara.

Maka, Hamzah yang selama ini masih ragu dan membiarkan perjuangan keponakannya berjalan alami sahaja, dilanda murka.

Menunggang kuda dan berthawaf tanpa menurunkan busur serta buruannya, dia lalu menghantam kepala Abu Jahal, hingga berdarah dengan ujung gandewa, serta kata-kata menyala, mengumumkan ke-Islaman-nya.

Pada satu titik, setiap simpangan pasti berbalik.

Seperti ketika kebencian ‘Umar kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memuncak dan nyaris meledak di ubun-ubunnya.

Petang itu, dia telah membulatkan tekad untuk membunuh lelaki jujur yang dia anggap berubah menjadi pemecah belah Makkah, sejak beberapa tahun belakangan. Memisahkan suami dari istri, anak dari bapak, dan karib dari kerabat, karena keyakinan mereka.

Namun, dia malah berbelok ke rumah adiknya, dan darah yang mengaliri wajah suami istri Fathimah-Sa’id dari tamparannya, membuatnya rela mendengarkan Kalam.

Lalu dia bergegas ke rumah Al Arqam, bukan untuk membunuh, melainkan untuk menjadi Al Faruq yang gelegar semangatnya, menggigilkan Musyrikin di ke esokan harinya.

Pada suatu titik, setiap simpangan pasti berbalik.

Seperti ketika Suhail ibn ‘Amr memaksa dihapusnya nama “Arrahmanirrahim” dan sebutan “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam” dari naskah Hudaibiyah.

Maka, justru peristiwa itu ditandai oleh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dengan turunnya firman, “Sesungguhnya Kami telah bukakan untukmu kemenangan yang gilang gemilang,”.

Dan jumlah orang yang berbondong masuk Islam dalam 4 tahun berikutnya, beribu kali lipat, dibanding 19 tahun penuh darah dan air mata yang telah berlalu.

Maka, kita katakan kepada semua tiran lacut dan penganiaya umat, terus-teruskan sahaja, jika kalian memang menginginkan kezaliman bersimaharajalela, tapi sekeras kalian mengayun, se-begitupun ia akan berbalik tanpa ampun.

Oleh: Ustadz Salim A. Fillah