Sejarah Bank

Sejarah Bank Nasional di Indonesia

Diposting pada 534 views

Sejarah Bank Nasional di Indonesia – Pejalanan Perbankan Indonesia sudah melewati rangkaian sejarah yang cukup lama. Perkembangan bank di Indonesia bermulai pada masa pemerintahan kolonial, Pada waktu itu sudah bermunculan bank dari Belanda, negara asing lainnya, dan beberapa bank lokal. Sedangkan, pada masa pergerakan nasional, sudah berdiri beberapa bank yang bernuansa semangat nasional. Setelah Kemerdekaan direbut oleh para pahlawan Nasional, Perbankan Indonesia pun makin berkembang.

Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Industri Negara (BIN), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Pos, Merupakan bank yang didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia saat memasuki masa kemerdekaan. Kita harus mengakui bahwa, perbankan di Indonesia adalah hasil dari turunan bangsa Belanda. Hal tersebut terlihat dari fungsional dan administratifnya masih terpengaruh oleh kolonial tersebut. Lalu, bagaimana sejarah Bank secara dunia itu terbentuk hingga akhirnya diadopsi oleh Indonesia?

 

Sejarah Bank di Dunia

Sejarah Bank Di Dunia

Kerajaan Inggris adalah yang pertama kali mendirikan sebuah firma pada tahun 1690 yang akhirnya menjadi asal mula sebuah bank. Saat itu kerajaan Inggris berkemauan merencanakan membangun kembali kekuatan armada lautnya guna bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis, karena tidak memiliki kemampuan pendanaan, kemudian dibentuklah suatu lembaga intermediasi keuangan  berdasarkan gagasan William Paterson yang di eksekusi oleh Charles Montagu.

Mulanya kegiatan perbankan dikenal pertama kali pada zaman kerajaan di daratan Eropa. Lalu, usaha perbankan tersebut berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan tersebut Asia, Afrika serta Amerika dibawa saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika ataupun benua Amerika.

Asal mula kegiatan perbankan di mulai dari jasa penukaran uang. Maka, pengertian bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang. Dalam perjalanannya, kerajaan saat masa dahulu penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dengan kerajaan yang lain, kini dikenal dengan sebutan Perdagangan Valuta Asing (Money Changer).

Setelah itu akhirnya berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang ataupun yang disebut pada masa ini kegiatan simpanan. Akhirnya kegiatan perbankan bertambah dengan adanya peminjaman uang. Kegitan tersebut menggunakan Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya pun menyusul sesuai dengan perkembangan zaman.

 

Sejarah Bank Indonesia

Bank Indonesia mempunyai fungsi pokok sebagai pemelihara nilai rupiah agar tetap stabil. Museum BI yang beralamat tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat, merupakan lokasi De Javasche Bank yang menjadi cikal bakal dari Bank Indonesia itu sendiri. Lokasi ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Museum Bank Indonesia mempunyai fasilitas-fasilitas untuk mempermudah menggali informasi lengkap tentang sejarah, fungsi, maupun tugas Bank Indonesia. Museum Bank Indonesia diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 21 Juli tahun 2009. Siapa saja boleh mengunjungi museum BI tanpa dipungut biaya.

De Javasche Bank didirikan pada tahun 1828. Institusi ini bertugas mencetak dan mengedarkan uang. Satu abad kemudian, pada tahun 1953, Bank Indonesia dibentuk dengan menggantikan fungsi dan peran De Javasche Bank. Bank Indonesia saat itu memiliki tiga fungsi utama yaitu di bidang perbankan, moneter, dan sistem pembayaran. Bank Indonesia juga diberi wewenang untuk melakukan fungsi bank komersial. 15 tahun kemudian, pemerintah menerbitkan Undang-Undang  untuk memberikan tugas tambahan kepada BI yaitu membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Bank Indonesia kembali memiliki tugas dan wewenang untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tugas tersebut ditetapkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999. Setelah itu, beberapa amendemen Undang-Undang Bank Indonesia dilakukan. Pertama pada tahun 2004, UU Bank Indonesia diamendemen dengan konsentrasi pada aspek penting yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia.

Amendemen selanjutnya yaitu pada tahun 2008 ketika pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 2 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 tahun 1999. Ditegaskan bahwa Bank Indonesia juga berperan sebagai bagian dari upaya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Ini bertujuan untuk mewujudkan ketahanan perbankan secara nasional untuk menanggulangi krisis global melalui peningkatan akses perbankan terhadap layanan pembiayaan jangka pendek dari BI.

Dalam mensukseskan tujuan Bank Indonesia, memelihara nilai rupiah, maka Bank Indonesia memiliki tiga pilar utama. Pertama, Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Kedua, Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Ketiga, Menjaga stabilitas sistem keuangan

Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur, berisi seorang Gubernur sebagai kepala yang dibantu oleh seorang Deputi Gubernur Senior sebagai wakil, serta empat sampai tujuh Deputi Gubernur. Gubernur BI, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur d diangkat oleh Presiden Republik Indonesia dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.

 

Sejarah Bank di Indonesia

Sejarah Bank

Sejarah Bank di indonesia tidak lepas dari zaman penjajahan Hindia belanda, saat itu ada beberapa bank yang merupakan bank orang Belanda. Bank-bank tersebut adalah De Javasce NV (24 Januari 1828), De Algemenevolks Crediet Bank, De Post Poar Bank, Nationale Handles Bank (NHB), Nederland handles maatscappi (NHM) (1918), dan De Escompto Bank NV.

Ada juga bank-bank milik orang Indonesia dan orang asing dari Jepang, Tiongkok, Eropa dll. Bank tersebut adalah Bank Nasional Indonesia, NV Bank Boemi, Bank Abuan Saudagar, The Chartered Bank Of India, The Matsui Bank, The Bank Of China, The Yokohama Species Bank, dan Batavia Bank.

Setelah Medeka, bisnis perbankan di Indonesia makin berkembang, Hal ini membuat bank milik belanda dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia. Bank yang ada di zaman awal kemerdekaan adalah Bank Negara Indonesia, didirikan 5 Juli 1946 dimana sekarang lebih dikenal BNI46. Selanjutnya ada Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) berdiri tahun 1945 Di Solo. Ada juga, Bank Rakyat Indonesia, yang Didirikan 22 februari 1946. BRI berasal dari syomin ginko atau algemenevolks crediet bank. Berdiri juga pada tahun 1950, Bank Dagang Indonesia (NV), di samarinda lalu kemudian merger bersama bank pasifik. Bank dagang nasional Indonesia juga didirikan tahun 1946 di medan.

Praktek bisnis perbankan di Indonesia kini sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri. Lembaga keuangan di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Umum Syari’ah, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), BPR Syari’ah (BPRS). Beberapa jenis lembaga keuangan tersebut mempunyai tugas, karakteristik dan fungsi khusus. Bisnis perbankan hingga saat ini terus berkembang dan terus bermunculan bank bank baru yang siap bersaing demi menarik minat masyarakat dengan teknik masing masing

 

Sejarah Bank Negara Indonesia

BNI 46 di kilometer nol Jogja Sketsa : upiebabon.blogspot.co.id

Bank Nasional Indonesia merupakan Bank Pertama di Indonesia. BNI atau Bank Negara Indonesia merupakan sebuah institusi bank milih pemerintah atau dalam hal ini adalah perusahaan BUMN di Indonesia. BNI adalah bank komersial tertua di Indonesia. Berdiri pada tanggal 5 Juli 1946. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Kini BNI sudah mempunyai 914 kantor cabang yang tersebar diseluruh Indonesia dan 5 cabang di luar negeri. BNI mempunyai unit perbankan syariah, tapi sejak tahun 2010 unit syariah BNI telah memisahkan diri (spin off) dan diberi nama BNI Syariah.

Bank Negara Indonesia Tbk didirikan oleh salah satu anggota BPUPKI, yaitu Bapak Margono Djojohadikusumo. Selain itu beliau juga mendirikan bank sirkulasi atau sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI. Bapak Margono memiliki jasa yang besar dalam perkembangan bisnis usaha perbankan di Indonesia. Beliau adalah seorang pionir, yang berhasil menanamkan nilai-nilai dan cara pandang bisnis perbankan di Indonesia.

Berkaca dari semangat perjuangan yang berakar atas sejarahnya, BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.

NEXT